Apel Impor Tak laku, Pedagang Terancam Merugi

Kamis, 29 Januari 2015 - 12:05 WIB
Apel Impor Tak laku,...
Apel Impor Tak laku, Pedagang Terancam Merugi
A A A
KULONPROGO - Sejumlah pedagang buah di Kulonprogo resah dengan adanya pengumuman pemerintah terkait apel merah impor asal Amerika yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes.

Kini buah itu tidak lagi diminati konsumen, yang banyak beralih ke apel Malang dan apel Fuji. Jika tidak laku, buah ini akan busuk dan pedagang akan merugi. Salah seorang pedagang, Faki dah mengatakan, penjualan Apel merah ini dalam sepekan belakangan menurun drastis. Jika sebelumnya dalam sehari bisa menjual satu dos sekitar 16,5 kg, kini hanya empat kilogram saja.

Bahkan pernah dalam sehari, apel yang dibanderol Rp30.000 per kilogram ini tidak laku. “Sejak ada isu bakteri, apel merah ini tidak laku,” ujar pedagang yang mangkal di depan Stasiun Wates ini. Konsumen, kata dia, kini banyak yang beralih membeli apel Fuji dan Apel Malang. Setiap harinya dia bisa menjual apel Fuji dan Malang lebih dari 10 kilogram. Apel Fuji dijual di kisaran Rp30.000 sampai dengan Rp35.000. Sedangkan Apel Malang sekitar Rp25.000. “Kalau tidak laku, jelas kami rugi,” ujarnya.

Salah seorang konsumen, Titin Astuti mengaku takut dengan adanya isu apel yang mengandung bakteri. Karena dia suka makan buah apel, dia memilih membeli apel Fuji atau apel hijau asal Malang. Astuti ingin ada ketegasan dari pemerintah menyusul kandungan bakteri ini. Salah satu yang mungkin dilakukan adalah melarang penjualan dan menarik produk yang sudah beredar di masyarakat. Sebab jika sampai dikonsumsi masyarakat sendiri yang dirugikan. “Agar konsumen aman, buah itu mestinya di tarik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno mengaku sudah mendengar adanya isu kandungan bakteri pada buah impor khususnya apel Amerika. Namun, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan surat resmi baik dari pemerintah maupun dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). “Surat resminya belum ada, kami belum bisa bertindak,” katanya.

Jika memang ada keputusan tertulis, kata dia, dinas siap menyosialisasikan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggandeng puskesmas untuk menyebarluaskan informasi yang ada. Menurutnya, ada dua jenis apel yang ternyata mengandung bakteri, yaitu Gran ny Smith dan Gala. Bakteri yang ter kandung dalam apel ini sebenarnya ada dalam saluran pernafasan. Bakteri ini pun tidak ber bahaya jika tubuh dalam kondisi sehat.

“Masyarakat sebenarnya tidak perlu cemas, asalkan buah ini dicuci bersih sebelum dimakan. Apalagi sudah ada sabun yang bisa untuk mencuci buah dan sayuran,” tandas Bambang.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
2 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
3 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
3 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
9 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
10 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
12 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved