Tak Bisa Tebus Motor, Warga Sleman Bunuh Diri
Rabu, 28 Januari 2015 - 17:42 WIB
Tak Bisa Tebus Motor, Warga Sleman Bunuh Diri
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Kompleks pemakaman Dusun Kwangen Lor, Desa Pacarejio Semanu, gempar. Sesosok mayat ditemukan di salah satu area pekuburan tersebut. Korban diketahui bernama Sarino (58), warga Pakem Tegal, Pakembinangun, Sleman.
Diduga kuat, korban nekat bunuh diri karena tidak bisa mengembalikan sepeda motor milik kakaknya yang telah digadaikannya. Dugaan ini diperkuat dengan secarik kertas yang ditinggalkan korban di saku celananya.
Dalam surat tersebut diketahui korban telah menggadaikan sepeda motor kakaknya namun tidak bisa menebusnya. Korban pun menyampaikan permintaan maaf dalam secarik kertas tersebut.
Menurut penuturan salah satu saksi yang menemukan korban, Sartiyem, awalnya dia hendak berziarah ke makam suaminya di pemakaman tersebut. Setelah selesai melakukan ziarah, dia melihat ada sesosok tubuh manusia yang tergeletak di dalam sebuah bangunan makam.
"Saya kemudian mendekati, ternyata orang meninggal," tuturnya kepada wartawan, Rabu (28/1/2015).
Setelah mengetahui ada orang meninggal di samping nisan dan sudah membusuk, dia kemudian langsung melaporkan kepada warga lain yang kebetulan berada di kompleks makam. Para warga kemudian langsung meneruskan informasi tersebut ke Polsek Semanu.
Kanit Bimbingan Masyarakat (Bimas) Polsek Semanu Iptu Suko Rahmadi mengatakan penyebab kematian korban diduga karena bunuh diri. Petugas menemukan cairan di dalam botol minuman ringan di dekat tubuh korban.
"Kita tidak temukan tanda-tanda penganiayaan. Dugaan sementara karena bunuh diri," katanya.
Beberapa benda yang ditemukan adalah uang tunai Rp1.000, SIM C, obat-obatan, serta cairan dalam botol minuman ringan serta secarik surat permintaan maaf. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah tidak ada tanda-tanda perbuatan pidana.
Diduga kuat, korban nekat bunuh diri karena tidak bisa mengembalikan sepeda motor milik kakaknya yang telah digadaikannya. Dugaan ini diperkuat dengan secarik kertas yang ditinggalkan korban di saku celananya.
Dalam surat tersebut diketahui korban telah menggadaikan sepeda motor kakaknya namun tidak bisa menebusnya. Korban pun menyampaikan permintaan maaf dalam secarik kertas tersebut.
Menurut penuturan salah satu saksi yang menemukan korban, Sartiyem, awalnya dia hendak berziarah ke makam suaminya di pemakaman tersebut. Setelah selesai melakukan ziarah, dia melihat ada sesosok tubuh manusia yang tergeletak di dalam sebuah bangunan makam.
"Saya kemudian mendekati, ternyata orang meninggal," tuturnya kepada wartawan, Rabu (28/1/2015).
Setelah mengetahui ada orang meninggal di samping nisan dan sudah membusuk, dia kemudian langsung melaporkan kepada warga lain yang kebetulan berada di kompleks makam. Para warga kemudian langsung meneruskan informasi tersebut ke Polsek Semanu.
Kanit Bimbingan Masyarakat (Bimas) Polsek Semanu Iptu Suko Rahmadi mengatakan penyebab kematian korban diduga karena bunuh diri. Petugas menemukan cairan di dalam botol minuman ringan di dekat tubuh korban.
"Kita tidak temukan tanda-tanda penganiayaan. Dugaan sementara karena bunuh diri," katanya.
Beberapa benda yang ditemukan adalah uang tunai Rp1.000, SIM C, obat-obatan, serta cairan dalam botol minuman ringan serta secarik surat permintaan maaf. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah tidak ada tanda-tanda perbuatan pidana.
(zik)