Pembersihan Gepeng Mulai Digencarkan

Rabu, 28 Januari 2015 - 11:49 WIB
Pembersihan Gepeng Mulai...
Pembersihan Gepeng Mulai Digencarkan
A A A
YOGYAKARTA - Razia besarbesaran terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) di DIY mulai dilakukan kemarin.

Dalam dua jam razia di Kota Yogyakarta, sudah 45 gepeng terjaring petugas. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Bambang Budi Istiarjo mengatakan, razia besar-besaran ini bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2014 tentang Penanganan Gepeng. “Senin (26/1) sosialisasi, Selasa (27/1) langsung gerak,” katanya, kemarin.

Dia mengakui, pada hari pertama razia, fokusnya masih di wilayah Kota Yogyakarta. “Dalam dua jam, terjaring 45 orang gepeng, termasuk pengamen,” ucap Bambang. Menurut dia, dalam razia tersebut tim gabungan terdiri 70 personel yang terdiri dari Satpol PP DIY, petugas kecamatan, Dinas Sosial DIY, Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, dan Polda DIY.

Mereka tergabung dalam tiga tim serta menyasar titik-titik yang biasa dipakai mangkal para gepeng. “Di Malioboro saja terjaring sekitar 15–16 orang,” katanya. Bambang mengatakan, 45 gepeng yang terkena razia langsung dibawa ke Panti Sosial Bina Karya (PSBK) Bener Yogyakarta. “Karena di Camp Assessment Sewon penuh,” ungkapnya.

Menurut Bambang, meski razia besar-besaran mulai gencar, aspek kemanusiaan tetap diutamakan. “Razia tanpa kekerasan. Di sini (DIY) daerah budaya, pendidikan, dan wisata. Berbeda dengan daerah lain,” ujarnya. Dia mengungkapkan, sudah memiliki jadwal untuk razia, termasuk titik yang menjadi target operasi. “Kami juga sanggongi (mengintai) di titik yang biasa dipakai mangkal gepeng. Harus benar-benar bersih,” ucapnya.

Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan, mereka yang terkena razia tidak mudah bisa keluar lagi. Mereka diberi pembinaan dari berbagai aspek. “Sebelumnya kami pilah-pilah dulu, lalu kami beri pembinaan sampai benarbenar mentalnya tidak mau gelandang lagi,” paparnya.

Dia menegaskan, razia gepeng akan terus dilakukan sepanjang 2015 ini. Target sampai 2015 DIY harus benar-benar bebas gepeng. “Minimal 90%,” tandasnya.

Ridwan Anshori
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
32 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
1 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
8 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
8 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
8 jam yang lalu
Infografis
Google Mulai Kiamat?...
Google Mulai Kiamat? 10 Mesin Pencari Ini Siap Gantikan Tahta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved