Dibawa ke TKP, Sandi Bantah Ada Cekcok di Dalam Mobil
Rabu, 21 Januari 2015 - 12:25 WIB
Dibawa ke TKP, Sandi Bantah Ada Cekcok di Dalam Mobil
A
A
A
JAKARTA - Saat melakukan olah TKP di jalan Arteri Pondok Indah Jaksel, sopir asli Mobil Outlander mengaku tidak ada percekcokan di dalam mobil.
Ahmad Sandi Illahi mengaku tidak mendengar percekcokan apapun di dalam mobil tersebut. Dia hanya disuruh mengantar Christopher yang adalah teman dari Ali untuk pulang kerumah Christopher.
"Saya hanya disuruh Ali (pemilik mobil) nganter Christopher, gak ada percekcokan di mobil kok," cerita Sandi di TKP, di Jalan Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Rabu (21/1/2015).
Sandi kemudian ditinggalkan oleh Ali berdua dengan Christopher di dalam mobil. Saat mengemudi ada telepon dari Ali.
Saat hendak diangkat, ponsel direbut Christopher dan dilempar keluar. "Saya hanya dengar dia (Christopher) bilang percaya sama saya Pak," tukasnya.
Tak lama, pelaku mencekiknya dari belakang. Sandy berusaha melepaskan diri dari cekikan dan keluar.
"Setelah saya bebas keluar dari mobil, langsung saya cari handphone saya, mana gitu mau laporkan kalau mobiolnya dibawa kabur," tukasnya.
Setelah handphone ditemukan, Sandy mendengar bunyi dentuman dan melihat di bawah mobil ada percikan api yang diduga karena ada motor di kolong mobil.
"Mungkin percikannya karena ada motor yang keseret. Saya berhasil telepon Ali bilang mobil dibawa lari," tukasnya.
Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan, akan mendalami keterangan saksi tersebut.
"Belum sampai ke sana. Sekarang, kita fokus pada orang terlibat pada kejadian," tukasnya.
Untuk dugaan adanya tindakan kriminal pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Ahmad Sandi Illahi mengaku tidak mendengar percekcokan apapun di dalam mobil tersebut. Dia hanya disuruh mengantar Christopher yang adalah teman dari Ali untuk pulang kerumah Christopher.
"Saya hanya disuruh Ali (pemilik mobil) nganter Christopher, gak ada percekcokan di mobil kok," cerita Sandi di TKP, di Jalan Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Rabu (21/1/2015).
Sandi kemudian ditinggalkan oleh Ali berdua dengan Christopher di dalam mobil. Saat mengemudi ada telepon dari Ali.
Saat hendak diangkat, ponsel direbut Christopher dan dilempar keluar. "Saya hanya dengar dia (Christopher) bilang percaya sama saya Pak," tukasnya.
Tak lama, pelaku mencekiknya dari belakang. Sandy berusaha melepaskan diri dari cekikan dan keluar.
"Setelah saya bebas keluar dari mobil, langsung saya cari handphone saya, mana gitu mau laporkan kalau mobiolnya dibawa kabur," tukasnya.
Setelah handphone ditemukan, Sandy mendengar bunyi dentuman dan melihat di bawah mobil ada percikan api yang diduga karena ada motor di kolong mobil.
"Mungkin percikannya karena ada motor yang keseret. Saya berhasil telepon Ali bilang mobil dibawa lari," tukasnya.
Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan, akan mendalami keterangan saksi tersebut.
"Belum sampai ke sana. Sekarang, kita fokus pada orang terlibat pada kejadian," tukasnya.
Untuk dugaan adanya tindakan kriminal pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
(ysw)