Tak Bisa Menjelaskan, Dewan Ragukan Kebijakan Pemprov DKI

Selasa, 20 Januari 2015 - 03:36 WIB
Tak Bisa Menjelaskan,...
Tak Bisa Menjelaskan, Dewan Ragukan Kebijakan Pemprov DKI
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai tidak mampu menjelaskan angka rasio kelancaran lalu lintas di wilayah haram sepeda motor. Maka itu, kebijakan larangan tersebut belum bisa dikatakan efektif.

Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara Leksmono mengatakan, kebijakan larang melintas di kawasan tersebut memiliki beberapa aturan hukum yang mendasar. Apalagi tujuanya terkait dengan penerapan Elektornik Road Pricing (ERP).

"Tadi kami rapat bersama Litbang Kementerian Perhubungan yang diminta bantuan untuk evaluasi uji coba larangan. Sangat disayangkan sebuah lembaga pemerintah tidak mempunyai data kuantitatif saat pemaparan. Sesuatu yang tidak logis menyimpulkan tanpa angka," kata Leksmono yang juga menjabat sebagai Dewan Transportasi Jakarta (DTJ), di Jakarta, Senin 19 Januari 2015.

Secara otomatis, lanjut Leksmono, kesemrawutan di kawasan MH Thamrin hingga Merdeka Barat itu berpindah ke jalur alternatif. Sebab, bus yang disediakan tidak diminati dan lahan parkir yang ada tidak digunakan.

Menurutnya, apabila ingin memindahkan budaya pengendara sepeda motor ke bus, Pemprov harus memperbaiki angkutan umum dari awal pengendara sepeda motor itu berangkat.

Artinya, angkutan umum yang ada harus diperbaiki terlebih dahulu dan mengalahkan kenyamanan berkendara sepeda motor. Mulai waktu hingga biaya yang dikeluarkan.

"Kalau hanya bus gratis di kawasan tersebut, tidak akan diminati. Pemprov harus tegas jika tujuan kawasan larangan tersebut sebagai sosialisasi pembatasan ERP agar pengendara roda empat tidak menggunakan sepeda motor," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
9 menit yang lalu
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
12 menit yang lalu
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
23 menit yang lalu
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
27 menit yang lalu
Ini Tuntutan BEM SI...
Ini Tuntutan BEM SI Kerakyatan Jakarta saat Demo di Depan Gedung DPR
40 menit yang lalu
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved