Harga BBM Turun Lagi, Tarif Angkot Depok Tetap
Senin, 19 Januari 2015 - 13:34 WIB
Harga BBM Turun Lagi, Tarif Angkot Depok Tetap
A
A
A
DEPOK - Kendati harga BBM kembali mengalami penurunan, Organda Kota Depok memastikan tidak akan menurunkan tarif angkutan umum. Pasalnya, belum lama ini Organda sudah menurunkan tarif Rp500.
Sekretaris Organda Kota Depok, M Hasyim mengatakan tidak akan melakukan penurunan tarif angkutan umum lagi. "Tidak mungkin turun (lagi). Karena kami sudah melakukan usulan penurunan sebelumnya," kata Hasyim, Senin (19/1/2015).
Dia menegaskan, komponen penentuan tarif angkot bukan semata dilihat dari harga BBM jenis premium saja. Tetapi ada komponen lain yang lebih berpengaruh yaitu suku cadang.
Dia mengklaim, pengaruh dari kenaikan BBM hanya 30 persen saja terhadap bisnis transportasi. "Pada penurunan sebelumnya kami usulkan Rp 250-300 dan dibulatkan menjadi Rp500. Dan kami rasa tidak ada penurunan lagi walaupun BBM turun hari ini," tegasnya.
Dikatakan, tarif angkot bisa saja turun jika suku cadang yang digunakan ikut turun. Dicontohkan, kanvas rem yang semula Rp30.000 saja kini menjadi Rp35.000.
"Belum suku cadang lain seperti rem. Kalau harga (suku cadang) turun baru bisa turun lagi (tarif)," tukasnya.
Menyusul penurunan BBM pada hari ini, pihaknya juga akan melakukan antisipasi dengan menyebar tim sosialisasi. Sehingga ketika bertemu dengan masyarakat yang kritis, tim akan melakukan penjelasan mengapa tarif tidak diturunkan untuk kedua kali menyusul penurunan BBM.
Sekretaris Organda Kota Depok, M Hasyim mengatakan tidak akan melakukan penurunan tarif angkutan umum lagi. "Tidak mungkin turun (lagi). Karena kami sudah melakukan usulan penurunan sebelumnya," kata Hasyim, Senin (19/1/2015).
Dia menegaskan, komponen penentuan tarif angkot bukan semata dilihat dari harga BBM jenis premium saja. Tetapi ada komponen lain yang lebih berpengaruh yaitu suku cadang.
Dia mengklaim, pengaruh dari kenaikan BBM hanya 30 persen saja terhadap bisnis transportasi. "Pada penurunan sebelumnya kami usulkan Rp 250-300 dan dibulatkan menjadi Rp500. Dan kami rasa tidak ada penurunan lagi walaupun BBM turun hari ini," tegasnya.
Dikatakan, tarif angkot bisa saja turun jika suku cadang yang digunakan ikut turun. Dicontohkan, kanvas rem yang semula Rp30.000 saja kini menjadi Rp35.000.
"Belum suku cadang lain seperti rem. Kalau harga (suku cadang) turun baru bisa turun lagi (tarif)," tukasnya.
Menyusul penurunan BBM pada hari ini, pihaknya juga akan melakukan antisipasi dengan menyebar tim sosialisasi. Sehingga ketika bertemu dengan masyarakat yang kritis, tim akan melakukan penjelasan mengapa tarif tidak diturunkan untuk kedua kali menyusul penurunan BBM.
(ysw)