Terancam Tak Bisa Latihan

Sabtu, 17 Januari 2015 - 10:39 WIB
Terancam Tak Bisa Latihan
Terancam Tak Bisa Latihan
A A A
MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan mempertanyakan retribusi penggunaan Stadion Kebun Bunga oleh PSMS Medan selama Kompetisi Divisi Utama 2014.

Pemko Medan melalui Bidang Aset Pemko Medan menagih retribusi uang sewa Stadion Kebun Bunga kepada manajemen Ayam Kinantan. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 9 tahun 2012 tentang Retribusi Penggunaan Fasilitas Negara pada aset Pemko Medan, tim profesional profit oriented tidak boleh menggunakan fasilitas negara kecuali membayar atau memberikan kontribusi kepada Pemko Medan.

Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Sunardi A mengaku belum mengetahui hal tersebut. “Saya belum tahu itu, nanti saya akan bicarakan sama manajemen soal itu,” kata Sunardi. Klub yang didirikan pada tahun 1950 itu masih menyisakan utang gaji pemain pada kompetisi 2014 lalu sekitar satu bulan setengah. Jadi, keinginan membangkitkan Ayam Kinantan pada kompetisi tahun 2015, terkubur sudah atas dampak finansial.

Ayam Kinantan di bawah komando Indra Sakti Harahap pada kompetisi 2014 tidak memiliki penghasilan dari sponsor. Selama Divisi Utama tahun lalu, PSMS hanya mengandalkan subsidi dari PSSI Pusat dan sumbangan dana secara personal. “Sebelumnya kami mendapatkan subsidi dari PSSI tahun 2014. Untuk tahun ini, apakah ada subsidi dari PSSI atau ada yang mendanai dari pihak lain. Tapi, belum ada jawaban dari Pak Indra Sakti, saya juga belum ada jumpa sama dia lagi,” kata Sunardi.

Sementara Ketua Umum PSMS Indra Sakti Harahap mengatakan pihaknya akan membicarakan hal tersebut dengan Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin. Dia mengakui meski PSMS telah menjadi klub profesional, hal tersebut belum seluruhnya mandiri. Dia mengharapkan dari pembicaraan tersebut adanya keputusan yang bijak.

“Memang benar, PSMS sudah menjadi klub profesional. Tapi, PSMS bukan PT 100 persen. Saya coba bicarakan dengan Wali Kota menyangkut soal itu. Kami tentu berharap PSMS dapat pertimbangan khusus, karena sejarahnya membawa Kota Medan,” pungkasnya.

Haris Dasril
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved