Honorer K2 Bantul Wadul ke Sultan Bantul

Kamis, 15 Januari 2015 - 12:40 WIB
Honorer K2 Bantul Wadul...
Honorer K2 Bantul Wadul ke Sultan Bantul
A A A
YOGYAKARTA - Sekitar 20 pegawai honorer Kategori 2 (K2) yang lolos tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengadu kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Mereka mengadu karena SK CPNS ditahan Pemkab Bantul

Dalam aksinya, mereka membawa spanduk bertulis “Kami Tidak Mau Dikorbankan, Kami Bukan Penjahat, Kami Bukan Pemalsu, Semua Yang Mengatur ada lah Pemkab Bantul”. Salah satu guru honorer K2 Veronika Gina mengaku, kedatangannya mengadukan nasibnya yang dinyatakan lolos tes CPNS.

“Kami meminta agar kami mendapatkan hak kami yang sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan tes CPNS,” katanya. Guru SDN Sedayu Bantul ini mengungkapkan sudah dinyatakan lolos tes CPNS bersama 592 orang lainnya.

Namun, dia dituduh memanipulasi dokumen syarat pengangkatan CPNS. Pemkab Bantul pun menahan SK CPNS 38 dari 592 orang. “Kami mengaku tidak mengerti mengapa Pemkab Bantul menahan SK CPNS,” ujarnya.

Dia mengaku tidak merasa me manipulasi data. Usulan peserta honorer telah ditandatangani kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan. “Dalam pemberkasan tes CPNS ada tanda t ngan kepala sekolah dan kepala di nas pendidikan. Mana mungkin kami berani memanipulasi data,” ucap Veronika.

Senada diungkapkan Sudarmi, pegawai honorer di Puskesmas Pajangan Bantul. Dia juga menjadi salah satu yang “dicoret” namanya dari daftar CPNS yang lolos oleh Pemkab Bantul. “Bahkan saya merasa diintimidasi,” ungkapnya.

Intimidasi itu berupa desakan agar mengundurkan diri bersama 38 peserta honorer K2 lainnya. Bahkan, format berkas pengunduran beserta materainya sudah disiapkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul. Koordinator 38 peserta honorer K2 ini menegaskan, akan terus memperjuangkan nasibnya bersama rekannya yang belum mendapatkan SK dari Pemkab Bantul. “Saya akan berjuang mendapatkan hak yang semestinya didapatkan,” katanya.

Aksi di Kantor Gubernur DIY tidak lebih dari 10 menit. Mereka diarahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY di Jalan Kyai Mojo Yogyakarta. Kepala BKD DIY Agus Supriyanto mengatakan, BKD DIY tidak memiliki kewenangan da lam memecahkan persoalan yang dihadapi honorer K2 itu. “Itu kewenangan , bukan DIY. Kami tidak bisa intervensi,” katanya.

Menurut dia, langkah yang bisa dilakukan BKD DIY hanya sekadar memfasilitasi honorer K2 itu dengan BKD Bantul dan BKN. “Maksimal hanya itu tok,” ujarnya. Jika pun mereka mempersoalkan ke ranah hukum, hanya Pemkab Bantul yang dituntut dan juga sebaliknya.

“Kalau memanipulasi data, mereka bisa dibawa ke ranah hukum. Tapi kalau mereka menuntut, yang dituntut ya Bantul, bukan kami,” katanya.

Ridwan Anshori
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Resmi! Aset Tirta Bhagasasi...
Resmi! Aset Tirta Bhagasasi Mulai Dialihkan, Layanan Air Bersih Bekasi Bakal Berubah
22 menit yang lalu
Pelaku Penganiayaan...
Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bekasi Ditangkap
1 jam yang lalu
3 Orang Tewas dan 20...
3 Orang Tewas dan 20 Rumah Ludes Terbakar Akibat Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT
1 jam yang lalu
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
1 jam yang lalu
39 Titik Kekeringan...
39 Titik Kekeringan di Kabupaten Bekasi, Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih
1 jam yang lalu
Cak Udin Open 2026 Tuntas...
Cak Udin Open 2026 Tuntas Digelar, Bukti Komitmen PKB Majukan Olahraga Rakyat
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved