PPP: Ahok Harus Banyak Kerja Bukan Celoteh
Rabu, 14 Januari 2015 - 18:38 WIB
PPP: Ahok Harus Banyak Kerja Bukan Celoteh
A
A
A
JAKARTA - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta untuk lebih banyak bekerja daripada celoteh.
Pernyataan ini disampikan F-PPP dalam pandangan fraksi terkait penyampaian RAPBD 2015 di Gedung DPRD DKI Jakarta, tadi siang.
Anggota F-PPP Riano P Ahmad mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dituntut kerja dan aksinya. Daripadabanyak celoteh dan obral janji kepada masyarakat.
F-PPP menyoroti pertumbuhan ekonomi di Jakarta di mana dalam RAPBD yang disampaikan Ahok beberapa hari lalu. Pemprov DKI memprediksi pertumbuhan ekonomi 6,3 persen dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Rp11.900.
Sementara itu, pada tahun 2015 diproyeksikan laju inflasi berada di 5-6 persen lebih rendah dibandingkan tahun 2014.
"Ekonomi DKI itu tidak hanya dikelola dengan omong besar, banyak celoteh, obral sana obral sini. Perekonomian Jakarta harus dibangun dengan program konkret, kerja nyata dan aksi nyata," ujar Riano P Ahmad di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2015).
Tak hanya itu menurut Riano kinerja APBD selama 2 tahun terakhir ini dinilai mengalami stagnan dan tidak bernilai progresif terhadap ekonomi Jakarta.
"RAPBD 2015 sebesar Rp73,08 triliun kami nilai tidak prorakyat," tegasnya.
Alasannya karena alokasi belanja mengalami kenaikan 38,12% dari Rp12,93 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp17,86 triliun di 2015 ini.
Sedangkan belanja prioritas mengalami penurunan sebesar 4,94%, dari Rp31 triliun menjadi Rp29,46 triliun.
"Sekali lagi, proporsi alokasi APBD seperti itu menunjukkan kebijakan APBD DKI tidak projob, propoor dan mengabaikan MDG’s seperti yang dinyatakan dalam Kebijakan Umum APBD DKI 2015," tukas Riano.
Riano meminta agar semua stakeholder termasuk warga Ibu Kota mengawasi kinerja anggaran di bawah Ahok saat ini.
Pernyataan ini disampikan F-PPP dalam pandangan fraksi terkait penyampaian RAPBD 2015 di Gedung DPRD DKI Jakarta, tadi siang.
Anggota F-PPP Riano P Ahmad mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dituntut kerja dan aksinya. Daripadabanyak celoteh dan obral janji kepada masyarakat.
F-PPP menyoroti pertumbuhan ekonomi di Jakarta di mana dalam RAPBD yang disampaikan Ahok beberapa hari lalu. Pemprov DKI memprediksi pertumbuhan ekonomi 6,3 persen dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Rp11.900.
Sementara itu, pada tahun 2015 diproyeksikan laju inflasi berada di 5-6 persen lebih rendah dibandingkan tahun 2014.
"Ekonomi DKI itu tidak hanya dikelola dengan omong besar, banyak celoteh, obral sana obral sini. Perekonomian Jakarta harus dibangun dengan program konkret, kerja nyata dan aksi nyata," ujar Riano P Ahmad di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2015).
Tak hanya itu menurut Riano kinerja APBD selama 2 tahun terakhir ini dinilai mengalami stagnan dan tidak bernilai progresif terhadap ekonomi Jakarta.
"RAPBD 2015 sebesar Rp73,08 triliun kami nilai tidak prorakyat," tegasnya.
Alasannya karena alokasi belanja mengalami kenaikan 38,12% dari Rp12,93 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp17,86 triliun di 2015 ini.
Sedangkan belanja prioritas mengalami penurunan sebesar 4,94%, dari Rp31 triliun menjadi Rp29,46 triliun.
"Sekali lagi, proporsi alokasi APBD seperti itu menunjukkan kebijakan APBD DKI tidak projob, propoor dan mengabaikan MDG’s seperti yang dinyatakan dalam Kebijakan Umum APBD DKI 2015," tukas Riano.
Riano meminta agar semua stakeholder termasuk warga Ibu Kota mengawasi kinerja anggaran di bawah Ahok saat ini.
(whb)