DKI Seharusnya Terapkan Uji Kelaikan Kendaraan Pribadi

Rabu, 14 Januari 2015 - 06:30 WIB
DKI Seharusnya Terapkan...
DKI Seharusnya Terapkan Uji Kelaikan Kendaraan Pribadi
A A A
JAKARTA - Penerapan pembatasan usia kendaraan 10 tahun untuk kendaraan pribadi belum tepat. Mestinya Pemprov DKI Jakarta menerapkan uji kelaikan terhadap kendaraan pribadi.

Pengamat transportasi Universitas Tarumanegara (Untar) Leksmono Suryo Putranto menuturkan, kebijakan pembatasan usia kendaraan pribadi belum ada regulasi yang mengaturnya.

Di Perda No 5/2014 tentang Transportasi hanya menjelaskan pembatasan usia kendaraan untuk angkutan umum dan angkutan barang.

Di sana masing-masing kendaraan boleh beroperasi dengan usia 10 tahun, kecuali moda taksi dengan umur 7 tahun. "Kalau tidak ada regulasinya, apa landasan yang dipakai untuk kebijakan itu," ungkap Leksmono, Selasa 13 Januari kemarin.

Leksmono menyebutkan, di negara maju seperti di Inggris tidak menerapkan pembatasan usia kendaraan, melainkan melakukan uji kelaikan untuk kendaraan pribadi sekali setahun.

Bagi kendaraan yang tidak layak akan dikenakan denda cukup besar dan tidak boleh beroperasi. Sementara masyarakat yang tetap menggunakan kendaraannya mereka mengeluarkan biaya cukup besar dalam memperbaiki kondisi kendaraan tersebut supaya bisa berjalan di jalan raya.

"Mestinya Pemprov DKI Jakarta mencontoh Inggris," sambungnya.
Dalam pelaksanaan uji kelaikan kendaraan pribadi ini, dia menyarankan, Pemprov dapat menunjuk bengkel-bengkel bersertifikat untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

Sebab, jika dilakukan oleh pemerintah sangat tidak mungkin, karena jumlah kendaraan di Jakarta sangat banyak. Kapasitas infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) belum memadai.

Lebih jauh Leksmono menilai, dalam menekan jumlah peredaraan kendaraan di jalan raya, Pemprov DKI Jakarta menerapkan pengujian kendaraan dan penerbitan surat izin mengemudi (SIM) oleh kepolisian dengan sangat ketat.

Cara ini adalah kebijakan yang memerhatikan dari aspek keselamatan pengendara.

"Pembatasan kendaraan itu terkesan adanya dorongan dari pemerintah memberikan ruang kepada produsen kendaraan memproduksi mobil atau sepeda motor lebih banyak. Karena akan ada pengurangan kendaraan beroperasi akibat pembatasan usia itu," tandasnya.
(whb)
Berita Terkait
Satgas Relaksasi Aturan...
Satgas Relaksasi Aturan Lalu Lintas Hewan Rentan PMK
Bandel, Satlantas Polresta...
Bandel, Satlantas Polresta Barelang Tertibkan Beberapa Truk Bawa Pasir
Simak 7 Istilah Lalu...
Simak 7 Istilah Lalu Lintas Lucu, dari Ramlan sampai Pamer Paha
Perbaikan Lampu Lalu...
Perbaikan Lampu Lalu Lintas di Kawasan Bundaran HI
3 Jalan di Jakarta Paling...
3 Jalan di Jakarta Paling Banyak Pelanggaran Lalu Lintas
Potret Atraksi Polisi...
Potret Atraksi Polisi Cilik Adu Keterampilan hingga Variasi Gerak Lalu Lintas di Semarang
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
2 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
5 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved