Eks PKL Kartini Ancam Kembali ke Jalanan

Minggu, 11 Januari 2015 - 11:26 WIB
Eks PKL Kartini Ancam...
Eks PKL Kartini Ancam Kembali ke Jalanan
A A A
SEMARANG - Puluhan pedagang pakan burung eks pedagang kaki lima (PKL) Jalan Kartini yang kini menempati lantai II Pasar Karimata mengancam akan kembali ke lokasi semula. Mereka cemburu karena sebagian PKL masih dibiarkan berjualan di Jalan Kartini.

Masih adanya pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Kartini, dinilai mematikan usaha para pedagang yang berjualan di lantai II Pasar Karimata. “Ini tidak adil namanya, pemkot terkesan membiarkan mereka tetap berjualan di lokasi itu (Jalan Kartini). Ini jelas membuat kami tidak dapat penghasilan dan terus merugi,” kata Kholifah, 35, salah satu pedagang pakan burung di Pasar Karimata, kemarin.

Menurut Kholifah, dalam relokasi beberapa waktu lalu, semua PKL Kartini memang dipindahkan ke lantai II Pasar Karimata. Namun, karena di lokasi baru itu sepi pembeli, ada sebagian pedagang pakan nekat kembali berjualan di pinggir jalan. “Itu membuat kecemburuan sosial. Kalau tidak ditertibkan, semua pedagang pakan burung di sini akan ikut kembali ke pinggir Jalan Kartini lagi,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Gilang, 30, pedagang pakan burung lainnya. Menurut dia, adanya penjual pakan di pinggir jalan membuat pembeli enggan masuk ke pasar. Hal itu membuatnya merugi. Bahkan kadang dirinya harus membuang pakan burung yang busuk karena tidak laku dijual.

“Kalau seperti kroto (telur semut rangrang) dan pisang itu tidak tahan lama. Kalau sudah busuk atau ulatnya mati, kami terpaksa merugi karena harus dibuang,” ujarnya. Gilang berharap Pemkot Semarang, dalam hal ini Dinas Pasar Kota Semarang, tegas kepada para pedagang yang kembali ke jalan. Mereka harus diusir dan dikembalikan ke Pasar Karimata.

“Kalau terus seperti ini, kami juga tidak kuat dan akan nekat kembali ke Jalan Kartini,” katanya. Pantauan KORAN SINDO di lapangan, di pinggir Jalan Kartini memang masih ada beberapa penjual pakan burung yang nekat menjajakan barang dagangannya. Meskipun beberapa waktu lalu, Satpol PP Kota Semarang telah menertibkan mereka dan membawa lapak-lapak dagangannya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sarjoko saat dikonfirmasi mengenai hal itu berjanji akan menindak tegas para pedagang yang kembali menempati Jalan Kartini. Sebab mereka telah diberikan lokasi yang representatif di Pasar Karimata. “Untuk hal itu kami sudah bekerja sama dengan pihak Satpol PP. Nanti penertiban ada pada pihak mereka. Jadi kami harap para pedagang tidak terpancing dan tetap berada di dalam pasar,” ujarnya.

Tridjoto menambahkan, pihaknya mengimbau kepada para pedagang yang kini nekat berjualan di pinggir jalan agar sadar dan kembali menempati Pasar Karimata.

Andika prabowo
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
11 menit yang lalu
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
45 menit yang lalu
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
1 jam yang lalu
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
2 jam yang lalu
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
2 jam yang lalu
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
12 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved