Pengangkatan Ekor AirAsia Tunggu KNKT

Kamis, 08 Januari 2015 - 14:10 WIB
Pengangkatan Ekor AirAsia...
Pengangkatan Ekor AirAsia Tunggu KNKT
A A A
JAKARTA - Keputusan pengangkatan ekor pesawat AirAsia QZ8501 dari area pencarian ditentukan berdasarkan keputusan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ekor perlu untuk diangkat apabila hasil observasi penyelam menemukan kotak hitam (black box) masih berada di lambung pesawat dan tidak terlepas dari tempatnya.

"Kalau black box itu masih melekat pada tempatnya maka saya harus koordinasi dengan KNKT, apakah boleh ekor itu saya angkat sekaligus," ucap Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) Frans Henry Bambang Soelistyo saat menggelar konferensi pers di Kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Peralatan untuk melakukan pengangkatan sudah berada di lokasi pencarian. Kapal Crest Onyx yang dilengkapi alat pengangkat (crane) mampu untuk mengevakuasi benda hingga 70 ton.

"Sehingga nanti kalau ada pertanyaan kapan diangkatnya, apakah mau diangkat atau tidak itu sudah saya jelaskan dengan perencanaan kita seperti itu," jelas Soelistyo.

Untuk mempermudah identifikasi lokasi, posisi ekor sendiri sudah diberi tanda berupa balon bertali yang diikatkan hingga ke bagian ekor pesawat. Dari tali tersebut juga memancarkan sinyal yang bisa dideteksi kapan pun.

"Sehingga tidak perlu khawatir ekor itu akan ke mana-mana. Kalaupun dia bergerak kita bisa monitor posisinya," tuturnya.

Ditempatkan juga sejumlah kapal yang siap untuk melakukan evakuasi jika memang sudah diperlukan.

"Selain kapal kapal Crest Onyx yang mempunyai crane dan penyelam, ada juga kapal Baruna Jaya (BPPT) serta Kapal Jaladaya yang berisikan tim KNKT kita. Mereka sudah berkordinasi, tinggal pelaksanaannya menunggu kondisi dari arus."
(zik)
Berita Terkait
Indonesia Air Transport...
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR yang Hilang Berjumlah 7 Orang
Ini Pesan Terakhir Ferry...
Ini Pesan Terakhir Ferry ke Istrinya sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Gunakan Google Maps,...
Gunakan Google Maps, Ahli Inggris Klaim Deteksi Jejak Pesawat Nahas MH370 di Hutan Kamboja
BREAKING NEWS-Bawa 28...
BREAKING NEWS-Bawa 28 Orang, Pesawat An-26 Rusia Hilang di Kamchatka
Puing-puing Pesawat...
Puing-puing Pesawat An-26 Ditemukan, Seluruh Penumpang Dikhawatirkan Tewas
Pesawat An-26 Rusia...
Pesawat An-26 Rusia Pembawa 28 Orang Jatuh ke Laut
Berita Terkini
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
1 jam yang lalu
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
1 jam yang lalu
Nurdiansyah Ungkap Dinamika...
Nurdiansyah Ungkap Dinamika Menjelang Musda Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
3 jam yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
3 jam yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
3 jam yang lalu
Infografis
3 Ekor Macan Tutul Salju...
3 Ekor Macan Tutul Salju Mati Akibat Terinfeksi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved