Uji Coba Tahap Kedua Dipastikan Lebih Berat
Kamis, 08 Januari 2015 - 10:17 WIB
Uji Coba Tahap Kedua Dipastikan Lebih Berat
A
A
A
YOGYAKARTA - Uji coba tahap pertama manajemen lalu lintas bus wisata di kawasan Jeron Beteng Keraton saat Sekaten berjalan cukup baik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melanjutkan uji coba tahap dua. Seperti sebelumnya, semua bus pariwisata dilarang masuk kekawasan Keraton dan parkir di Alun-alun Utara Yogyakarta. Asisten Sekretaris Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aman Yuriadijaya mengatakan, dibanding tahap pertama, uji coba kali ini dipastikan akan lebih berat. Sebab, kali ini tidak ada lagi kegiatan di kawasan Alun-alun Utara.
“Sebelumnya kan ada kegiatan Sekaten, sehingga kendaraan dengan sen dirinya tidak bisa masuk. Sekarang sudah tidak ada lagi aktivitas di sana, ini yang jadi tantangan buat kami. Nanti operasional penuh kami rencanakan Maret 2015,” ucap Aman, kemarin. Dia mengatakan, kendati masih tahap uji coba, namun pihaknya siap memberi tindakan tegas bagi para pelanggar.
Pemkot pun sudah melakukan kerjasama dengan kepolisian, terutama Polsek Keraton, Gondomanan, dan Ngampilan, yang wilayahnya berdekatan dengan kawasan Jeron Beteng Keraton. Dia berharap saat musim liburan pertama 2015, Maret 2015 nanti manajemen lalu lintas di kawasan Keraton tersebut sudah siap.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Yogyakarta juga sudah memasang rambu larangan masuk area Jeron Beteng untuk bus pariwisata. Nantinya bus pariwisata akan diarahkan untuk parkir di taman parkir Abu Bakar Ali, Senopati, atau Ngabean. Jika semua taman parkir tersebut sudah penuh, bus pariwisata bisa melakukan dropoff atau menurunkan penumpang di sekitar Keraton dan mencari tempat parkir lain.
Pemkot telah mempersiapkan bekas gedung Stie kers sebagai alternatif. Pihaknya juga akan menindak tegas bus yang parkir sembarangan dan membuat macet. “Untuk pembiasan memang perlu dengan pemaksaan,” katanya lagi.
Dia menambahkan, larangan bus pariwisata masuk kawasan Jeron Beteng tersebut juga sebagai rangkaian penataan kawasan Alun-alun Utara. Pihaknya sudah merencanakan untuk menjadikan kawasan Alun-alun Utara sebagai area pedestrian. Menurut dia, aslinya jalan di dalam Jeron Beteng merupakan jalan penghubung antarkompleks. “Di sana itu jalannya sempit dan banyak simpangan, kehadiran kendaraan besar dikhawatirkan juga merusak struktur bangunan cagar budaya di sana,” kata dia.
Sebagai persiapan penataan kawasan Alun-alun Utara, pemkot sebelumnya juga sudah meluncurkan shuttle wisata Jeron Beteng “Si Thole”. Menurut Ketua Forum Komunikasi Kawasan Alun-alun Utara (FKKAU) Muhammad Fuad, sebagai operator Si Thole, mengatakan, saat ini pihaknya masih terkendala dengan ketersediaan armada.
Sepuluh armada yang ada saat ini belum mencukupi kebutuhan wisatawan, terutama saat puncak musim liburan seperti ke marin. “Kalau saat ramai seperti kemarin, bisa mengangkut hingga 1.000 penumpang per hari, tapi kalau kondisi biasa paling 300–400 orang per harinya,” ucap dia.
Karenanya, FKKAU akan menambah armada secara bertahap. Dalam waktu dekat ini, paling tidak sudah terdapat 10 armada baru. “Kami juga hitung-hitungan, liburan tidak setiap bulan. Kalau armada nambah tapi wisatawan minim juga tidak optimal,” tandasnya.
Sodik
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melanjutkan uji coba tahap dua. Seperti sebelumnya, semua bus pariwisata dilarang masuk kekawasan Keraton dan parkir di Alun-alun Utara Yogyakarta. Asisten Sekretaris Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aman Yuriadijaya mengatakan, dibanding tahap pertama, uji coba kali ini dipastikan akan lebih berat. Sebab, kali ini tidak ada lagi kegiatan di kawasan Alun-alun Utara.
“Sebelumnya kan ada kegiatan Sekaten, sehingga kendaraan dengan sen dirinya tidak bisa masuk. Sekarang sudah tidak ada lagi aktivitas di sana, ini yang jadi tantangan buat kami. Nanti operasional penuh kami rencanakan Maret 2015,” ucap Aman, kemarin. Dia mengatakan, kendati masih tahap uji coba, namun pihaknya siap memberi tindakan tegas bagi para pelanggar.
Pemkot pun sudah melakukan kerjasama dengan kepolisian, terutama Polsek Keraton, Gondomanan, dan Ngampilan, yang wilayahnya berdekatan dengan kawasan Jeron Beteng Keraton. Dia berharap saat musim liburan pertama 2015, Maret 2015 nanti manajemen lalu lintas di kawasan Keraton tersebut sudah siap.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Yogyakarta juga sudah memasang rambu larangan masuk area Jeron Beteng untuk bus pariwisata. Nantinya bus pariwisata akan diarahkan untuk parkir di taman parkir Abu Bakar Ali, Senopati, atau Ngabean. Jika semua taman parkir tersebut sudah penuh, bus pariwisata bisa melakukan dropoff atau menurunkan penumpang di sekitar Keraton dan mencari tempat parkir lain.
Pemkot telah mempersiapkan bekas gedung Stie kers sebagai alternatif. Pihaknya juga akan menindak tegas bus yang parkir sembarangan dan membuat macet. “Untuk pembiasan memang perlu dengan pemaksaan,” katanya lagi.
Dia menambahkan, larangan bus pariwisata masuk kawasan Jeron Beteng tersebut juga sebagai rangkaian penataan kawasan Alun-alun Utara. Pihaknya sudah merencanakan untuk menjadikan kawasan Alun-alun Utara sebagai area pedestrian. Menurut dia, aslinya jalan di dalam Jeron Beteng merupakan jalan penghubung antarkompleks. “Di sana itu jalannya sempit dan banyak simpangan, kehadiran kendaraan besar dikhawatirkan juga merusak struktur bangunan cagar budaya di sana,” kata dia.
Sebagai persiapan penataan kawasan Alun-alun Utara, pemkot sebelumnya juga sudah meluncurkan shuttle wisata Jeron Beteng “Si Thole”. Menurut Ketua Forum Komunikasi Kawasan Alun-alun Utara (FKKAU) Muhammad Fuad, sebagai operator Si Thole, mengatakan, saat ini pihaknya masih terkendala dengan ketersediaan armada.
Sepuluh armada yang ada saat ini belum mencukupi kebutuhan wisatawan, terutama saat puncak musim liburan seperti ke marin. “Kalau saat ramai seperti kemarin, bisa mengangkut hingga 1.000 penumpang per hari, tapi kalau kondisi biasa paling 300–400 orang per harinya,” ucap dia.
Karenanya, FKKAU akan menambah armada secara bertahap. Dalam waktu dekat ini, paling tidak sudah terdapat 10 armada baru. “Kami juga hitung-hitungan, liburan tidak setiap bulan. Kalau armada nambah tapi wisatawan minim juga tidak optimal,” tandasnya.
Sodik
(ftr)