Mau Lancar, Batasi Pertumbuhan Kendaraan Bermotor

Rabu, 07 Januari 2015 - 23:18 WIB
Mau Lancar, Batasi Pertumbuhan...
Mau Lancar, Batasi Pertumbuhan Kendaraan Bermotor
A A A
DEPOK - Untuk mengurai kemacetan di Jakarta, Pemprov DKI harus mau mengambil kebijakan kontroversial seperti membatasi pertumbuhan motor dan mobil.

Pengamat transportasi dan peneliti dari Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Universitas Indonesia (UI), Boy Berawi, menilai kemacetan saat ini tidak bisa dilihat secara parsial.

Banyak faktor yang menjadi penyebab kemacetan, tidak dari mobil dan motor, tetapi akibat tidak memadainya sarana transportasi umum sehingga warga lebih memilih menggunakan motor.

"Pemicu lainnya, perilaku buruk pengendara dan tata ruang juga menjadi penyebabnya," katanya, Rabu (7/1/2015)

Yang tidak diperhatikan pemerintah adalah pertumbuhan jumlah kendaraan yang signifikan. Seperti diketahui, dalam tiga tahun belakangan jumlah kendaraan mencapai 15 juta unit dengan pertambahan 75ribu kendaraan tiap hari.

"Tidak ada batasan produksi motor dan mobil dan ataupun kurang ketatnya penegakkan peraturan lalulintas sehingga kemacetan di Jakarta menjadi seperti saat ini," tandasnya.

Kebijakan-kebijakan transportasi perkotaan dalam mengatasi macet seharusnya dilakukan secara menyeluruh.

Pemprov DKI juga harus paham bahwa siapapun tidak dapat membatasi hak akses masyarakat menuju dalam kota.

Dia menyarankan, sebelum dilakukan pembatasan harus disediakan moda transportasi yang memadai dan pembenaran jalur trotoar pejalan kaki atau sepeda.

"Selain itu dilakukan juga pembuatan park and ride bagi pengemudi kendaraan di kantung-kantung stasiun luar kota, dan pengntegrasian moda transportasi umum," tegasnya.

Tanpa adanya upaya tersebut diatas, kata Boy, maka pelarangan sepeda motor menjadi sia-sia. Karena sama saja dengan hanya memindahkan titik-titik kemacetan baru di ruas-ruas jalan lain.
(ysw)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
20 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
28 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
44 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved