Airport Tax Naik, Fasilitas Kurang

Jum'at, 02 Januari 2015 - 11:49 WIB
Airport Tax Naik, Fasilitas...
Airport Tax Naik, Fasilitas Kurang
A A A
DELISERDANG - PT Angkasa Pura (AP) II, pengelola Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), telah menaikkan tarif passanger service charge (PSC) atau biasa disebut airport tax untuk penerbangan domestik per 1 Januari 2015 menjadi Rp75.000 dari sebelumnya Rp60.000.

Sayangnya, kenaikan airport tax belum diiringi dengan perbaikan sejumlah fasilitas di KNIA sehingga dikeluhkan sejumlah penumpang. Fanita, 27, seorang penumpang asal Medan mengatakan, AP II belum pantas menaikkan PSC atau airport tax sebab pelayanan di KNIA belum memuaskan.

Selain itu, di beberapa titik di KNIA fasilitas yang disediakan belum membuat penumpang nyaman, seperti lift dan eskalator kadang tidak berfungsi. “Coba lihat di bandara ini, masih kurang bersih, apalagi lantainya jorok. Kalau hujan, kanopinya bocor dan air sampai tergenang di lantai,” tuturnya, Kamis (1/1).

Karena itu, Fanita berharap kepada AP II agar mengevaluasi dahulu kenaikan airport tax dengan pelayanan yang diberikan kepada penumpang. Sebab dengan naiknya airport tax, PT AP II terkesan hanya mementingkan keuntungan daripada pelayanan. “Apa gunanya bandara kelas internasional tetapi pelayanannya tidak memadai. Di sini jorok, apalagi kalau datang hujan atap juga bocor,” ujarnya.

Namun, Airport Duty Manager KNIA, Parluhutan Pulungan mengaku, kenaikan airport tax sudah sesuai dengan prosedur. Bahkan, sudah didiskusikan dan disosialisasikan dengan pemangku kebijakan bersama pemerintah, Dirjen Perhubungan Udara dan Yayasan konsumen. “Sudah sejak dulu kenaikan PSC ini diwacanakan, maka awal 2015 ini dilaksanakan. Hanya bertambah Rp15.000,” ujarnya.

Kenaikan itu, kata Parluhutan Pulungan, untuk biaya pemeliharaan fasilitas dan penambahan pembangunan. Selain itu, juga digunakan untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur bandara, mulai dari pintu masuk hingga landasan pacu. “Misalnya, perawatan lift, eskalator, penambahan kursi, dan perbaikan lantai. Semua tujuannya untuk kenyamanan dan keamanan para pengunjung di bandara ini,” katanya.

Terkait masih banyak fasilitas bandara yang kurang baik, seperti eskalator tidak berfungsi, Parluhutan mengatakan, itu akibat kurang anggaran perawatan. Karena itu, untuk peningkatan pelayanan diberlakukan kenaikan airport tax . “Naiknya PSC, pelayanan wajib meningkat. Jangan lagi seperti sebelumnya,” katanya.

Pantau KORAN SINDO MEDAN , di beberapa titik di bandara, seperti di terminal kedatangan internasional dan domestik dipasang spanduk serta running teks untuk menyosialisasikan kenaikan airport tax . Meskipun penerbangan domestik ada kenaikan airport tax , tapi untuk penerbangan internasional tidak ada kenaikan dan masih tetap Rp200.000.

Anggota DPRD Deliserdng Benhur menilai, masih adanya eskalator atau listrik tidak berfungsi di KNIA akibat manajer teknik yang tidak bisa bekerja dengan baik. Karena itu, dia meminta dicari orang yang memiliki kemampuan dan bisa cepat mengatasi masalah tersebut.

“Manajer teknik di bandara itu menurutku nggak becus kerjanya. Heran melihat eskalator bandara ini masih ada yang tidak berfungsi. Bahkan ada yang nggak hidup-hidup, apa nggak diperbaiki. Jangan hanya mau uang masyarakat saja, tapi pelayanan dianggap sepele,” kata anggota Fraksi Partai Golkar ini.

M Andi Yusri
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
36 menit yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
1 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
2 jam yang lalu
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
2 jam yang lalu
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
3 jam yang lalu
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
3 jam yang lalu
Infografis
Rusia: UNICEF Anggap...
Rusia: UNICEF Anggap Anak Gaza Kurang Penting Dibanding Anak Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved