Data Penumpang AirAsia Mulai Disetor ke DVI
Rabu, 31 Desember 2014 - 10:29 WIB
Data Penumpang AirAsia Mulai Disetor ke DVI
A
A
A
SURABAYA - Para keluarga penumpang Pesawat AirAsia QZ8501 mulai menyetorkan data kepada Tim Disaster Victim Indentification (DVI) yang berada di sekitar Posko Crisis Center AirAsia, Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Rabu (31/12/2014) pagi.
Mereka menyerahkan foto penumpang dan fotokopi KTP, ijazah atau dokumen lain yang terdapat sidik jari. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi terhadap para korban.
"Saya sudah menyerahkan sejumlah data pada DVI barusan," terang salah seorang keluarga penumpang AirAsia atas nama Linda, Matius, saat ditemui di lokasi.
Menurut Matius, dirinya menyerahkan data pada DVI sesuai instruksi petugas. Informasinya, penyerahan data ini untuk mempermudah mencari sanak keluarga yang menjadi penumpang AirAsia yang jatuh.
"Kami berharap yang terbaik saja untuk keluarga saya," kata Matius.
Sementara itu, Kepala DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiono menyatakan, data antemortem ini untuk memudahkan proses identifikasi terhadap para korban penumpang AirAsia.
"Data yang dikumpulkan Tim DVI salah satunya menyangkut ciri-ciri anggota keluarga. Ada sekitar 40 dokter dari Polda yang dilibatkan. Kemudian dari Dinkes Jatim siap diterjunkan ketika kurang nantinya," ucap Budiono.
Mereka menyerahkan foto penumpang dan fotokopi KTP, ijazah atau dokumen lain yang terdapat sidik jari. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi terhadap para korban.
"Saya sudah menyerahkan sejumlah data pada DVI barusan," terang salah seorang keluarga penumpang AirAsia atas nama Linda, Matius, saat ditemui di lokasi.
Menurut Matius, dirinya menyerahkan data pada DVI sesuai instruksi petugas. Informasinya, penyerahan data ini untuk mempermudah mencari sanak keluarga yang menjadi penumpang AirAsia yang jatuh.
"Kami berharap yang terbaik saja untuk keluarga saya," kata Matius.
Sementara itu, Kepala DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiono menyatakan, data antemortem ini untuk memudahkan proses identifikasi terhadap para korban penumpang AirAsia.
"Data yang dikumpulkan Tim DVI salah satunya menyangkut ciri-ciri anggota keluarga. Ada sekitar 40 dokter dari Polda yang dilibatkan. Kemudian dari Dinkes Jatim siap diterjunkan ketika kurang nantinya," ucap Budiono.
(zik)