Polisi Sita 1,2 Ton Ganja Siap Edar untuk Tahun Baru
Rabu, 24 Desember 2014 - 13:10 WIB
Polisi Sita 1,2 Ton Ganja Siap Edar untuk Tahun Baru
A
A
A
JAKARTA - Petugas Polsek Kalideres membongkar pengiriman ganja seberat 1,2 ton melalui jalur darat menggunakan satu truk ekspedisi. Rencananya ganja ini akan diedarkan di Ibu Kota saat malam perayaan Tahun Baru.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran mengungkapkan, terbongkarnya pengiriman ganja ini bermula dari informasi masyarakat sejak dua minggu lalu.
Berdasarkan informasi itu diketahui ada truk fuso yang membawa 1,2 ton ganja dari Aceh menuju Jakarta. Berbekal informasi inilah, petugas pun melakukan pengintaian terhadap seluruh truk fuso yang melintas di wilayah Kalideres.
Hasilnya tak sia-sia, truk fuso tersebut terlihat berhenti di kawasan Jembatan Tiga Pluit, Jakarta Utara. Tak menunggu lama petugas pun melakukan penyergapan.
"Sopir truk M Nasir telah kita tahan. Di dalam truk itu kita temukan 1,2 ton ganja senilai Rp3 miliar," ungkap Fadil, Rabu (24/12/2014).
Menurut Fadil, sopir mengakui bila truk tersebut milik sindikat ganja. Tapi sopir tidak mengetahui siapa nama dan wajah dari pemilik barang haram tersebut.
"Sopir hanya berkomunikasi via ponsel. Nasir mengaku mendapatkan upah Rp25 juta untuk mengantarkan ganja ini. Tapi baru dibayar Rp7 juta," ujarnya.
Fadil menuturkan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap pelaku lain.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran mengungkapkan, terbongkarnya pengiriman ganja ini bermula dari informasi masyarakat sejak dua minggu lalu.
Berdasarkan informasi itu diketahui ada truk fuso yang membawa 1,2 ton ganja dari Aceh menuju Jakarta. Berbekal informasi inilah, petugas pun melakukan pengintaian terhadap seluruh truk fuso yang melintas di wilayah Kalideres.
Hasilnya tak sia-sia, truk fuso tersebut terlihat berhenti di kawasan Jembatan Tiga Pluit, Jakarta Utara. Tak menunggu lama petugas pun melakukan penyergapan.
"Sopir truk M Nasir telah kita tahan. Di dalam truk itu kita temukan 1,2 ton ganja senilai Rp3 miliar," ungkap Fadil, Rabu (24/12/2014).
Menurut Fadil, sopir mengakui bila truk tersebut milik sindikat ganja. Tapi sopir tidak mengetahui siapa nama dan wajah dari pemilik barang haram tersebut.
"Sopir hanya berkomunikasi via ponsel. Nasir mengaku mendapatkan upah Rp25 juta untuk mengantarkan ganja ini. Tapi baru dibayar Rp7 juta," ujarnya.
Fadil menuturkan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap pelaku lain.
(whb)