Setelah Dicat, Dicoret Lagi

Senin, 22 Desember 2014 - 10:23 WIB
Setelah Dicat, Dicoret...
Setelah Dicat, Dicoret Lagi
A A A
PALEMBANG - Aksi corat-coret tidak hanya terjadi pada sarana di tengah kota. Meski jadi lokasi berkumpul para remaja, Jembatan Ujong di Kelurahan Karang Ayar, Ke camatan Gandus juga terkena sasaran.

Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1980-an itu, dipenuhi coretan catpilok. Pihak Kecamatan mengaku sudah terlalu sering melakukan pembersihan terhadap jembatan tersebut, namun selalu dijadikan ajang corat-coret, diduga oknum remaja tak bertanggunggung jawab.

Camat Gandus Ricky Fernandi mengatakan, dalam dua tahun terakhir sudah dilakukan proses pengecatan jembatan itu. Namun, setelah dilakukan pembersihan dan pengecatan, masih terdapat corat-coret.

“Kami sudah koordinasikan dengan kelurahan, Dinas Pekerjaan Umum dan lainnya, untuk lakukan pembersihan. Tapi begitulah, jembatannya masih kotor terus,” ungkapnya kepada KORAN SINDO PALEMBANG,kemarin.

Ia mengatakan,memang lokasi jembatan menjadi lokasi lebih tinggi di antara wilayah lainnya. Itu kerap dijadikan tempat berkumpul pemuda di areal tersebut. Apalagi, ketika berada di atas jembatan itu, terdapat pemandangan aktivitas Sungai Musi dan kapal yang hilir mudik. “Memang jembatannya ramai jika sore hari, apalagi hari libur. Tapi ya itu, sayangnya jembatannya terus dicorat-coret,”tukasnya.

Aktivitas mencorat-coret itu pun dilakukan pada malam hari. “Lepas pengawasannya saat malam, karena aktivitasnya sering pada malam hari. Setelah dicat, dicoret,”ungkapnya. Karena itu, pihak kecamatan belum memastikan akan melakukan pengecatan ulang pada anggaran tahun depan.

Ricky menambahkan masih akan melakukan koordinasi untuk bagaimana menimalisasi aktivitas coratcoret yang dilakukan pemuda di atas Jembatan Sungai Ujong tersebut. “Nanti akan dicat lagi, tapi disiasati,”pungkasnya.

Murni, warga RT 18, Kelurahan Karang Ayar mengatakan,jembatan itu sudah sering dilakukan pengecatan, namun tetap dijadikan arena corat-coret pemuda. Tidak hanya sekali, meski sudah banyak coretan, jembatan itupun masih dicoret-coret.

“Sering dicat, tapi dikotorin. Sejak tinggal di sini tahun 1990- an, sudah sekitar lima kali dicat. Hanya mungkin, anak-anak butuh lokasi berekspresi lebih banyak di sini,”ujarnya.

Tasmalinda
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
1 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
2 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
2 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
3 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
4 jam yang lalu
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
4 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved