Depresiasi Rupiah Berlanjut

Rabu, 17 Desember 2014 - 12:09 WIB
Depresiasi Rupiah Berlanjut
Depresiasi Rupiah Berlanjut
A A A
PALEMBANG - Bank Indonesia memastikan depresiasi rupiah tetap terjadi hingga tutup buku 20 14 nanti. Faktor penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bukan hanya eksternal, tapi juga internal.

“Kecenderungan pelemahan rupiah disebabkan faktor eksternal seperti ancaman dari Bank Sentral AS (The Fed) yang menaikkan suku bunga sebagai imbas dari membaiknya perekonomian AS. Hingga tutup buku 2014 diproyeksi USD 1 berada di bawah Rp13.000,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah VII Palembang, R Mirmansyah, kemarin.

Menurut dia, saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah hingga menyentuh angka Rp12.700. Bahkan sampai tutup buku 2014 rupiah akan terus anjlok. Beberapa indikator yang melemahkan nilai rupiah selain dari membaiknya ekonomi AS antara lain tingginya demand masyarakat yang menukarkan dolar jelang akhir tahun ini.

Bahkan transaksi ekspor impor yang dilakukan investor di Indonesia masih menggunakan dolar Amerika Serikat. “Sampai saat ini belum ada penggerak lain yang membuat rupiah menguat. Nilai impor saja masih lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ekspor. Investor masih saja menggunakan dolar sebagai alat pembayaran. Padahal transaksi di Indonesia harus menggunakan rupiah.

Semakin tinggi impor memicu menguatnya dolar dan melemahkan rupiah. Namun jika nilai ekspor Indonesia tetap tinggi, maka dijamin rupiah akan terus mengalami penguatan,” tuturnya. Dia optimistis di tahun 2015 nilai tukar rupiah akan bergerak pelan seiring dengan adanya perbaikan neraca perdagangan ekspor impor.

Sementara itu, pengamat ekonomi Sumsel, Yan Sulistyo menyebutkan, salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah membaiknya kondisi perekonomian negara AS. Hal ini membuat banyak investor menarik dananya dari Indonesia dan kembali ke AS.

“Karena ekonomi AS membaik, otomatis banyak dolar yang kembali ke AS. Selain itu melemahnya rupiah juga disebabkan kondisi perekonomian Rusia, dimana mata uang Rusia sedang kolaps. Di dalam negeri, sebenarnya tidak menjadi masalah jika rupiah tembus hingga Rp14.000. Asalkan nilai rupiah berdaya guna di dalam negeri yang dijadikan sebagai transaksi pembayaran dan bukan mata uang asing yang dijadikan sebagai transaksi di dalam negeri,” tuturnya.

Yan menyatakan, permasalahan yang dihadapi sekarang ini banyak dolar yang di perdagangkan dalam negeri sehingga melemahkan mata uang rupiah, mulai dari ekspor impor di pelabuhan dan sektor lainnya.

Darfian Jaya Suprana
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
1 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
1 jam yang lalu
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
2 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
2 jam yang lalu
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
3 jam yang lalu
Pramono Bakal Nobar...
Pramono Bakal Nobar Final Piala Dunia di JIS, Jagokan Messi Angkat Trofi
3 jam yang lalu
Infografis
Banyak Tentaranya Tewas,...
Banyak Tentaranya Tewas, Invasi Darat Israel Terus Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved