Siswa SD di Bantul Dikeroyok saat Jam Belajar

Selasa, 16 Desember 2014 - 16:17 WIB
Siswa SD di Bantul Dikeroyok...
Siswa SD di Bantul Dikeroyok saat Jam Belajar
A A A
BANTUL - S, siswa kelas V SD 2 Sanden, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, menjadi korban pengeroyokan rekan-rekan sekelasnya. Setidaknya, ada 13 siswa yang melakukan pengeroyokan, sehingga S mengalami trauma dan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Berdasarkan penuturan Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko, pihaknya hari Senin (15/12/2014) ini menerima laporan dari pihak orangtua korban, Gito. Miko, panggilan akrabnya, sembari menirukan pernyataan Gito mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada hari Selasa (9/12/2014) kira-kira pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.30 WIB.

Saat itu, Wali Kelas V Sri Purwiyati sedang mengajar Matematika. "Persoalannya sepele, itu gara-gara (pelaku pengeroyokan Y) tidak dibukakan game online saat ada di rumah," ungkap Miko saat melakukan inspeksi mendadak di SD 2 Sanden, Selasa (16/12/2014).

Miko mengungkapkan, pengeroyokan tersebut sudah dilaporkan ke pihak berwajib dan sudah direkonstruksi. Dari hasil rekonstruksi tersebut, diketahui pengeroyokan tersebut atas perintah Y, siswa kelas V yang memiliki postur badan lebih besar dibanding siswa lain.

Pengeroyokan tidak hanya sekali ketika jam belajar berlangsung, tetapi juga ketika jam istirahat pertama.

Ia sangat menyesalkan insiden pengeroyokan tersebut terjadi di dalam kelas saat belajar mengajar berlangsung. Guru yang seharusnya melakukan pengawasan tidak berperan maksimal, sehingga aksi pemukulan tersebut berlangsung. Ia juga menyesalkan pihak sekolah terutama kepala sekolah yang menganggap persoalan tersebut hal sepele.

"Bayangkan, pemukulannya mencapai 30 kali lebih. Korban kan bisa trauma," ujarnya.

Komisi D DPRD Bantul merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Bantul untuk menindak tegas kepala sekolah dan oknum guru yang lalai. Karena, fungsi pengawasan dari kedua orang tersebut tidak berjalan secara maksimal.

Ia juga memerintahkan agar sekolah melakukan rehabilitasi mental korban yang kini mengalami trauma meskipun sudah kembali belajar di sekolah seperti biasanya.

Wali Kelas V SD 2 Sanden Sri Purwiyati mengaku tidak mengetahui aksi pemukulan dan pengeroyokan tersebut. Ia mengakui, ketika jam belajar berlangsung, ada sejumlah siswa yang ramai di dalam kelas dan sempat meninggalkan tempat duduk. Namun ketika ia bertanya kepada seluruh siswa, jawaban siswa tidak ada apa-apa.

"Saya itu tidak tahu ada aksi pemukulan, apalagi ketika jam istirahat," katanya sambil menangis.
(zik)
Berita Terkait
Wapres Minta Kekerasan...
Wapres Minta Kekerasan dalam Dunia Pendidikan Dihentikan
Kawal Kekerasan di Dunia...
Kawal Kekerasan di Dunia Pendidikan, Nadiem Makarim Tekankan Hal Ini
Melindungi Dunia Pendidikan...
Melindungi Dunia Pendidikan dari Paham dan Gerakan Kekerasan
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
10 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
13 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
14 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
14 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
15 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
15 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved