Terbuat dari Sabut Kelapa, Tak Tembus Peluru Kaliber 0.45 inci

Selasa, 16 Desember 2014 - 13:06 WIB
Terbuat dari Sabut Kelapa,...
Terbuat dari Sabut Kelapa, Tak Tembus Peluru Kaliber 0.45 inci
A A A
SEMARANG - Ide cemerlang bisa datang kapan saja. Namun, ide akan menjadi sekadar ide jika tidak ditindaklanjuti. Sebuah temuan hebat juga berasal dari sebuah ide yang datangnya kadang tak didugaduga.

Inilah kiranya yang dilakukan oleh dua siswa kelas XI SMAN 3 Semarang Aristio Kevin Ardyaneira Pratama, 16 dan Muhammad Iqbal Fauzi,15. Berawal dari hobi main game , keduanya berinisiatif membuat sebuah rompi antipeluru berbahan dasar serabut kelapa dengan nama Stab-resistant and Ballistic Vest Made from Coconut Fiber.

Dari temuannya tersebut, mereka juga meraih prestasi di berbagai ajang bergengsi. Bermula dari bermain game tembak-tembakan di personal computer (PC) seperti Counter Strike dan Call of Duty , ternyata memunculkan ide untuk membuat perlengkapan tempur yang ada di game tersebut ke dunia nyata.

“Awalnya kepingin membuat helm antipeluru, tapi banyak kendala, seperti harus membuat lengkungan dan lainnya. Lalu akhirnya pilih membuat rompi antipeluru,” papar Iqbal. Remaja kelahiran 29 Januari 1999 ini menyebutkan, untuk membuat satu buah rompi antipeluru dari bahan dasar serabut kelapa, tidak menguras biaya dan dapat dibuat dalam waktu tidak lama.

“Dengan biaya Rp800.000 sudah bisa dibuat rompi antipeluru. Jika dibandingkan dengan rompi baja memang lebih mahal, tapi rompi ini jauh lebih ringan,” ucapnya. Rompi temuan keduanya diklaim jauh lebih ringan dibandingkan dengan rompirompi anti peluru yang kini lazim dipakai di kepolisian karena memiliki bahan baja di dalamnya.

Meski pada awal penelitian banyak menemukan kendala, kini rompi itu telah sukses diuji coba. Pada proses uji coba, kendala utama yang mereka hadapi adalah persoalan perizinan. Sebab, rompi buatan mereka harus diuji coba dengan menggunakan peluru dari senjata organik. “Untuk bahan kita tidak merasa kesulitan buat dicari karena banyak sumbernya,” ungkapnya.

Kevin mengisahkan bahan dasar serabut kelapa dipilih karena sifat serabut kelapa yang kuat ketika menerima hantaman dari luar. “Saat ditarik-tarik juga kuat. Penelitian sudah kami lakukan selama lima kali dan gagal semuanya, baru yang kali ini (keenam kali) berhasil,” ujarnya.

Percobaan pertama rompi yang mereka hasilkan masih dapat tertembus peluru ketika diuji coba. Komposisi bahan rompi terdiri atas fiber, sabut kelapa, dan pelat seng. “Pertama pernah pakai seng juga, sekarang tidak pakai lagi. Pernah juga pakai lapisan celana jeans, tapi bobot rompi malah jadi tambah berat,” ujar Kevin.

Remaja kelahiran 3 April 1998 itu menyebutkan, percobaan yang keenam itulah akhirnya membuat mereka berdua merasa puas. Sebab, pada uji coba yang dilakukan, peluru milik TNI/Polri M-1911 kaliber 0.45 inci yang dimuntahkan dari laras senjata dengan jarak 3 meter dari target, ternyata tak mampu menembus dan memantul.

“Uji coba ini berhasil, setelah pelurunya mental. Kelebihan lainnya dari rompi ini, juga tidak bisa ditembus benda tajam,” paparnya. Dari prototipe pertama yang memiliki tebal 2,5 sentimeter dan berat 6 kilogram, saat ini lapisan antipeluru dari serabut kelapa itu hanya setebal 1,35 cm dan berat 3 kilogram untuk dua lempeng di depan dan belakang rompi.

Mereka berdua juga selalu bekerja sama dengan TNI, polisi, dan perbakin untuk melakukan setiap uji coba rompi antipeluru temuan mereka. Mereka berharap temuan itu bisa dikembangkan dan bisa menahan jenis peluru yang lebih berat. Sehingga ke depan produk mereka bisa dimanfaatkan TNI maupun Polri.

Rompi antipeluru karya keduanya saat ini telah dikirim ke Jakarta untuk dipamerkan di depan Ibu Negara. Hingga kini rompi antipeluru yang sudah diproduksi oleh keduanya sebanyak tiga buah.

Karya mereka juga sudah mengukirkan nama keduanya di ajang 2nd International Science Project Olympiad (ISPrO) 2014 di Jakarta dan memperoleh medali perak. Kemudian di ajang Karyacipta Teknologi Tepat Guna di Semarang dan menyabet juara dua.

Susilo Himawan
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
6 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
9 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
10 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
10 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved