556 PKL Dayeuhkolot Ditertibkan Tanpa Perlawanan

Selasa, 16 Desember 2014 - 11:10 WIB
556 PKL Dayeuhkolot...
556 PKL Dayeuhkolot Ditertibkan Tanpa Perlawanan
A A A
BANDUNG - Satpol PP Kabupaten Bandung memenuhi janjinya untuk menertibkan 556 pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya Dayeuhkolot hingga Jalan Mochammad Toha, Kabupaten Bandung kemarin.

Namun penertiban yang dilakukan aparat penegak per da itu belum disertai dengan rencana untuk merelokasi para pedagang ke tempat baru sebagai penggantinya. Camat Dayeuhkolot Eef Syarif Hidayat mengatakan, penertiban PKL ini memang telah di sosialisasikan sebelumnya oleh pihak Satpol PP dalam rangka menegakan Perda Nomor 31/2010 tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3).

“Kami dari aparat kecamatan juga menyambut baik sebab pada saat penertiban para pedagang tidak melakukan perlawanan serta beberapa diantaranya membersihkan lapaknya sen diri,” ujar Eef saat ditemui dilokasi penertiban kemarin.

Menurut dia, saat ini pihaknya memang belum menyiapkan tempat untuk merelokasi karena masih dalam proses pengkajian dan diskusi bersama. Namun dirinya memastikan sesuai kesepakatan antara pe merintah dengan para pedagang untuk menempati lokasi baru. “Kami akui, untuk tempat relokasi sangat sulit dicari meski sebenarnya rekomendasi tempat sudah ada tapi ya untuk saat ini kami akan terlebih dulu melakukan penataan,” ungkapnya.

Disinggung terkait kemungkinan para pedagang kembali men dirikan lapak dilokasi tersebut, kata Eef, hal itu memang men jadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah. Terlebih banyak PKL yang menggantungkan hidup mereka dari berjualan. Oleh karena itu pihaknya berharap sesegera mungkin ada tempat baru bagi para pedagang yang digusur.

Yang terpenting mereka bisa mencari nafkah dan menempatkan diri masing-masing dengan catatan tidak menggangu keindahan kota. Kasatpol PP Kabupaten Bandung Usman Sayogi menjelaskan, target penertiban kali ini sesuai dengan data yang dimiliki sebanyak 556 lapak PKL yang berada di sepanjang Jalan Moc hamad Toha, mulai dari jembatan tol hingga jembatan Citarum, Dayeuhkolot.

Dia mengapresiasi para pemilik lapak yang telah membongkar sendiri lapaknya. “Kami juga berterima kasih kepada jajaran linmas, ormas, polsek, dan aparat setempat yang telah bekerja sama melakukan penertiban,” tuturnya. Sementara itu, seorang pedagang Yadi Sukradi, 37, menuturkan, sejak Minggu (14/12) sore dirinya yang telah berjualan selama 15 tahun itu memilih untuk membongkar lapaknya sendiri.

Yadi meminta agar pemerintah segera memberikan tempat relokasi bagi para PKL. “Kami akan nekat kembali berjualan di sini. Jika dalam waktu dekat pemerintah tak menyiapkan tempat untuk berjualan,” ujarnya.

Dila Nashear
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
23 menit yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
1 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
2 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
2 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
3 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Tanpa Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved