Banjarnegara Masuk Peta Rawan Longsor sejak 2006

Minggu, 14 Desember 2014 - 15:42 WIB
Banjarnegara Masuk Peta...
Banjarnegara Masuk Peta Rawan Longsor sejak 2006
A A A
YOGYAKARTA - Sejak 2006, wilayah Banjarnegara ternyata masuk dalam peta daerah rawan longsor milik tim peneliti bencana Unicersitas Gadjah Mada (UGM). Berbagai upaya sosialisasi agar masyarakat waspada pun telah dilakukan. Namun, faktor tingkat kesiapsiagaan masyarakat di lokasi rawan bencana menjadi kendala utama.

"Kami sebenarnya telah memetakan daerah-daerah mana saja di Indonesia yang rawan bencana longsor. Dan, daerah Banjarnegara termasuk di dalamnya. Harus kami akui, tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana masih kurang. Padahal 60% penduduk Indonesia tinggal di daerah yang rawan terjadi tanah longsor," papar Pakar Geologi UGM Wahyu Wilopo, Minggu (14/12/2014).

Kepada SINDO, Wahyu menuturkan, faktor kondisi masyarakat menjadi penyebab utama sulitnya meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap bencana. Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor seperti di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, termasuk masyarakat ekonomi lemah, tingkat pendidikan rendah, dan kurang memiliki aksesibilitas.

"Pengalaman kami, masyarakat yang demikian tidak terlalu memikirkan bencana alam. Apalagi jika bencananya jarang terjadi, meski mereka tahu daerah mereka rawan longsor. Mereka berpikir, kerja mencari makan saja susah, untuk apa belajar mitigasi bencana. Karenanya, perlu dirumuskan sebuah pendekatan yang mampu menembus masyarakat yang demikian ini."

Terkait bencana longsor di Banjarnegara, Wahyu mengatakan, curah hujan yang sangat tinggi dalam dua hari sebelum bencana longsor terjadi, menjadi penyebab utama. Curah hujan di daerah tersebut tercatat lebih dari 100 mm per detik. Hal tersebut kemudian ditunjang dengan topografi wilayah yang tergolong curam hingga sangat curam, dengan lapisan tanah tebal dan berstruktur kompleks.

"Daerahnya memang sudah rawan longsor. Ditambah dengan kemiringan lahan dan curah hujan sangat tinggi, dipastikan longsor bisa terjadi."
(zik)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Berita Terkini
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
1 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
1 jam yang lalu
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
1 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
2 jam yang lalu
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
3 jam yang lalu
Pramono Bakal Nobar...
Pramono Bakal Nobar Final Piala Dunia di JIS, Jagokan Messi Angkat Trofi
3 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved