Sediakan Ruang Pentas Gratisan demi Mengasah Jam Terbang

Minggu, 14 Desember 2014 - 12:18 WIB
Sediakan Ruang Pentas...
Sediakan Ruang Pentas Gratisan demi Mengasah Jam Terbang
A A A
Band lokal Semarang yang beraliran pop cukup banyak. Misalnya, Nomina, DGrace, Vandhawa, Djavanic, Nevervall, Blue Sky, BTA, dan lainnya.

Mereka sebagian besar personelnya merupakan mahasiswa dan pelajar. Grup-grup musik ini sering bertemu dalam berbagai festival. Karena sering bertemu, mereka kemudian sepakat membentuk Komunitas Band Pop Semarang (KBPS) pada Juni 2014. Hadirnya komunitas ini diharapkan bisa menghidupkan band pop di Semarang yang kini terbilang agak terkikis dengan hadirnya band beraliran rock dan cadas.

Di Kota Lumpia ini band beraliran cadas seperti heavy metal , hardcore , dan black metal juga bejibun. Mereka juga sering tampil di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Adapun band beraliran pop kurang memiliki ruang untuk manggung. “Kami menyediakan ruang bagi band-band lokal bisa mengasah kemampuannya. Meski tidak dibayar, setidaknya bisa meningkatkan skill dan mengasah mental di panggung,” ungkap Penasihat KBPS Antonius Suparyadi, Sabtu (13/12).

Mereka yang tergabung dalam KBPS biasanya tampil di Indomaret Poin di Jalan Pandanaran Semarang. Secara berkala juga manggung di Wonderia. Karena band yang tergabung lebih dari 20, jadwalnya di atur secara bergiliran. Sebenarnya anggota komunitas ini mencapai ratusan, tapi yang aktif hanya di kisaran puluhan. Antonius menerangkan, saat ini band pop sangat jarang tampil di kafe-kafe.

Kalaupun masih ada, itu hanya ada satu dua kafe yang masih menggunakan jasa anak band. Ini karena memang eranya sudah berbeda dengan beberapa tahun lalu sehingga saat ini tidak banyak pengunjung kafe. “Kalau kafenya masih cukup banyak, tapi saat ini jarang diundang untuk mengisi. Kalaupun diminta manggung, itu pun tidak dibayar dan hanya diberi beberapa voucher gratis ketika ada konser seperti win-win solution,” ucap pria yang akrab disapa Cempe ini.

Meski tidak dibayar, hal itu cukup membantu. Karena anak band yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa, semisal latihan di studio harus membayar dengan cara urunan. Jika sudah ada hubungan baik dengan kafe, jika menggelar acara, tidak akan ditarik biaya sama sekali. “Kami juga sering bagi tiket gratis konser. Biasanya kami bagi di Nada Studio Pamularsih,” ucap pria berusia 29 tahun tersebut.

Komunitas ini secara berkala juga melakukan event edukatif yang dikhususkan untuk meningkatkan kemampuan skill dalam bermain alat musik. Biasanya mengundang para pakar musik dan kerja sama dengan sekolah musik Purnomo. Harus diakui, dibandingkan dengan kota besar lain seperti Surabaya dan Bandung, bicara soal musik, Semarang masih jauh tertinggal.

Sejumlah band dari Kota Kembang dan Kota Pahlawan telah mampu menembus belantika musik di level nasional. Sementara dari Kota Lumpia hanya sedikit yang berhasil, di antaranya Power Slaves dan Blue Savana.

“Kenapa demikian, karena band-band di Semarang masih individual. Sebenarnya banyak potensi dari sisi teknik dan SDM di Semarang,” ucapnya. Salah satu musisi di Semarang Listya Hayu cukup mengapresiasi dengan hadirnya KBPS. Dia bisa berbagi ilmu dan sering mengadakan event bareng dengan komunitas tersebut. “Kalau ada event biasanya kami ajak KBPS untuk perform ,” katanya. ?

Arif Purniawan
Kota Semarang
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
58 menit yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
1 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
1 jam yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
1 jam yang lalu
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
2 jam yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Terbentuknya...
Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Minimal Punya 1.500 Jam Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved