Mau Belajar, Ratusan Siswa SD Ini Harus Panjat Gerbang Sekolah

Selasa, 09 Desember 2014 - 15:56 WIB
Mau Belajar, Ratusan...
Mau Belajar, Ratusan Siswa SD Ini Harus Panjat Gerbang Sekolah
A A A
TANGERANG SELATAN - Kasihan sekali nasib para siswa-siswi di SDN Jurang Mangu Barat III, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, untuk menuntut ilmu mereka harus memanjat gerbang yang digembok pemilik tanah sekolah lantaran Pemda setempat belum membayar Rp1 miliar.

Sang penggembok sekolah yakni Matalih dan Mahpud tega melakukan itu. Karena sebagai pewaris, mereka merasa seharusnya mendapat pembayaran tunai, tanpa diutang atau dicicil.

‪"Saya sayangkan ini, ratusan anak murid terpaksa manjat pagar karena disegel ahli waris," ujar Mariah (53), salah seorang guru di sekolah itu, Selasa (9/12/2014).

‪Mariah menyatakan, setelah adanya sengketa, sekitar sebulan terakhir situasi belajar-mengajar menjadi kurang nyaman.

"Tak hanya itu, saya khawatir jika nantinya 253 orang siswa di sekolah ini tidak memenuhi target nilai yang sudah ditetapkan dalam kurikulum," tuturnya.

‪Lahan yang diklaim milik ahli waris, lanjut Mariah, hanya akses jalan masuk menuju sekolah seluas 13 meter persegi.

Sementara, untuk gedung sekolah tidak ada masalah sehingga proses belajar-mengajar masih bisa berjalan.

‪Menurut guru yang telah 15 tahun mengajar di sekolah tersebut, penyegelan yang dilakukan ahli waris bukan kali pertama.

"Ini sudah ketiga kalinya ahli waris menyegel akses masuk menuju sekolah," ungkapnya.

‪Dia mengungkapkan, sudah mengadukan penyegelan tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangsel.

UPT Disdik pun sudah membayar sejumlah uang kepada ahli waris. Namun, karena pembayaran tersebut dirasa kurang oleh ahli waris membuat penyegelan kembali terjadi.

"Katanya sih masih kurang, ahli waris mintanya Rp1 miliar untuk pembebasan lahan tersebut," katanya.

‪Sementara itu, orang tua siswa, Siti Saidah (39), berharap permasalahan sengketa tanah itu bisa secepatnya diselesaikan. Menurutnya, penyegelan tersebut juga membuat semangat belajar anaknya menurun.

‪"Kita juga jadi repot kalo mau nganter atau jemput anak, kan jalan masuknya susah," terang wali murid kelas IV tersebut.
(mhd)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kasus Rudapaksa Dokter...
Kasus Rudapaksa Dokter PPDS, Menkes: Pendidikan Kedokteran Perlu Dibenahi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
KPK Sebut Pendidikan...
KPK Sebut Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi Uang
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
36 menit yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved