Banyak Sekolah di Palembang Kembali ke Kurikulum 2006

Senin, 08 Desember 2014 - 14:28 WIB
Banyak Sekolah di Palembang...
Banyak Sekolah di Palembang Kembali ke Kurikulum 2006
A A A
PALEMBANG - Banyak sekolah di Kota Palembang memilih untuk kembali ke kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tahun 2006.

Hal ini diketahui saat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang menggelar rapat koordinasi (Rakor), Senin (8/12/2014) pagi tadi dalam menyikapi keputusan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), Anis Baswedan, akhir pekan lalu.

Dalam penyampaiannya, sekolah-sekolah di Palembang menyatakan belum siap untuk meneruskan Kurikulum 2013 yang baru dijalani selama lima bulan terakhir.

Penyebab utamanya yakni, belum terdapat kesiapan guru dan sarana pendidikan yang belum merata antara sekolah di kota dan pinggiran.

Kepala SDN 1, Nurhasanah mengatakan Kurikulum 2013 sangat perlu dibenahi. Sistem pendidikan yang mengharuskan anak-anak memiliki daya kreasi dan aktif di sekolah harus diikuti dengan kemampuan sarana sekolah. Selain itu, dukungan orang tua.

"Hanya sekitar 30% materi pelajaran terbuat di buku paket. Selebihnya, siswa harus mencari sendiri, bahkan harus ke internet. Nah, bagi sekolah dengan kemampuan orang tua mendukung, tentu tidak masalah. Permasalahnya, bagi yang tidak mampu, tentu jadi ketimpangan," ungkapnya.

Selain itu, dalam proses penilaian, dia mengatakan, cendrung hanya bersifat pernyataan, tanpa ada kriteria kualitatif baik huruf dan angka.

"Di rapot malah hanya uraian, sementara orang tua dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, membutuhkan penilaian," timpalnya.

Sementara itu, dalam rapat itu diketahui sebanyak 67 sekolah, baik jenjang pendidikan dasar, menengah dan atas di Kota Palembang yang sudah menerapkan kurikulum baru tersebut mencapai tiga semester.

Dari jumlah itu, satu sekolah dasar yang menyatakan diri mundur untuk menerapkan Kurikulum 2013.

"Mengenai kesiapan lanjut atau kembali ke Kurikulum 2006, dikembalikan pada pihak sekolah. Bagi yang 67 itu sekolah itu saja tidak wajib. Rata-rata memang memilih ke kurikulum lama," ungkap Kadisdikpora, Ahmad Zulinto.
(sms)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved