Perampok Modus Taruh Narkoba di Mobil Sudah Raup Rp120 Juta
Minggu, 07 Desember 2014 - 21:54 WIB
Perampok Modus Taruh Narkoba di Mobil Sudah Raup Rp120 Juta
A
A
A
BATAM - Komandan Unit Intel 0316 Batam Lettu Dede Tri Haryanto menyatakan, komplotan perampok modus taruh narkoba di dalam mobil korbannya telah 20 kali beraksi dan meraup keuntungan Rp120 juta.
"Pelaku ditangkap karena melakukan pemerasan. Modusnya menjadikan korban sebagai target pemakai narkoba. Mereka sudah beraksi di 20 TKP dan mendapatkan uang sebesar Rp120 juta," ujarnya, kepada wartawan, Minggu (7/12/2014).
Ditambahkan dia, komplotan bisa merampok dengan modus memasukan narkoba ke dalam mobil korban, dan selanjutnya korban diperas untuk menyerahkan sejumlah uang. Aksi ini sudah sering dilakukan oleh komplotan ini.
Menurut pengakuan anggota komplotan itu Aldrian, mereka terakhir beraksi satu bulan lalu, di daerah Palm Spring, Batam Centre, dengan korban pria keturunan Tionghoa. Dari aksi itu, komplotan ini mendapatkan uang damai Rp10 juta," terangnya.
"Komplotan ini mempunyai informan yang juga bandar narkoba. Jadi setiap korban yang menjadi target sudah diincar. Pemerasan ada yang dilakukan di jalan, dan di hotel," sambungnya.
Target utama mereka, dia melanjutkan, adalah pengguna narkoba. Namun tak jarang, sejumlah warga yang tak terlibat narkoba juga dijadikan korban perampokan dengan modus memasukan narkoba ke mobil korban, dan memerasnya.
Korban yang diperas komplotan ini diminta uang damai berkisar Rp2-20 juta. Bahkan barang bukti narkoba yang didapat dari korban diambil untuk selanjutnya dikonsumsi komplotan ini.
"Selain melakukan pemerasan, pelaku juga pemakai narkoba. Kami akan melakukan tes urine. Usai melakukan pemeriksaan, pelaku akan kami serahkan ke Polresta Barelang," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang anggota komplotan perampok dengan modus menaruh narkoba di dalam mobil korban dan melakukan pemerasan berhasil ditangkap. Pelaku yang tidak sempat melarikan diri itu bernama Aldrian.
"Pelaku ditangkap karena melakukan pemerasan. Modusnya menjadikan korban sebagai target pemakai narkoba. Mereka sudah beraksi di 20 TKP dan mendapatkan uang sebesar Rp120 juta," ujarnya, kepada wartawan, Minggu (7/12/2014).
Ditambahkan dia, komplotan bisa merampok dengan modus memasukan narkoba ke dalam mobil korban, dan selanjutnya korban diperas untuk menyerahkan sejumlah uang. Aksi ini sudah sering dilakukan oleh komplotan ini.
Menurut pengakuan anggota komplotan itu Aldrian, mereka terakhir beraksi satu bulan lalu, di daerah Palm Spring, Batam Centre, dengan korban pria keturunan Tionghoa. Dari aksi itu, komplotan ini mendapatkan uang damai Rp10 juta," terangnya.
"Komplotan ini mempunyai informan yang juga bandar narkoba. Jadi setiap korban yang menjadi target sudah diincar. Pemerasan ada yang dilakukan di jalan, dan di hotel," sambungnya.
Target utama mereka, dia melanjutkan, adalah pengguna narkoba. Namun tak jarang, sejumlah warga yang tak terlibat narkoba juga dijadikan korban perampokan dengan modus memasukan narkoba ke mobil korban, dan memerasnya.
Korban yang diperas komplotan ini diminta uang damai berkisar Rp2-20 juta. Bahkan barang bukti narkoba yang didapat dari korban diambil untuk selanjutnya dikonsumsi komplotan ini.
"Selain melakukan pemerasan, pelaku juga pemakai narkoba. Kami akan melakukan tes urine. Usai melakukan pemeriksaan, pelaku akan kami serahkan ke Polresta Barelang," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang anggota komplotan perampok dengan modus menaruh narkoba di dalam mobil korban dan melakukan pemerasan berhasil ditangkap. Pelaku yang tidak sempat melarikan diri itu bernama Aldrian.
(san)