Oknum Polisi Taruh Narkoba di Mobil Mahasiswa
Minggu, 07 Desember 2014 - 20:43 WIB
Oknum Polisi Taruh Narkoba di Mobil Mahasiswa
A
A
A
KEPRI - Kodim Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menahan seorang warga sipil Andrian Pratama (25) yang diduga akan melakukan aksi perampokan. Saat diamankan, pelaku mengaku bersama dengan oknum anggota polisi.
"Andrian warga Batam ini diamankan, karena akan melakukan perampokan terhadap mahasiswa di kawasan Harbourbay, Batam, pada dini hari tadi," ucap Komandan Kodim 0316/Batam Letkol Josep Tanada Sidabutar, melalui Komandan Unit Intel Lettu CHB Dede Tri Haryanto, kepada wartawan, Minggu (7/12/2014).
Dede menceritakan, kronologi kejadian perampokan bermula saat kedua mahasiswa dari Universitas Batam (Uniba) berinisial MR (22) dengan mahasiswi Sa (22), sedang menikmati malam mingguan dengan mobil sedan Toyota nomor polisi BP 1824 JL.
Saat itu, mereka baru mengambil uang dari ATM BCA, di kawasan Planet di Batam. Saat mengambil ATM, mereka dibuntuti mobil Toyota Avanza warna hitam. Dari sana, mobil yang ditumpangi mahasiswa ini masuk ke kawasan Harbourbay.
"Saat itu, mobil korban disalip Avanza yang di dalamnya ada warga sipil dan oknum anggota Polda Kepri. Lantas sipil tadi disuruh turun dan mengetuk pintu mobil mahasiswa dengan mengatakan dari kepolisian," terang Lettu Dede.
Namun ketukan pintu itu diabaikan mahasiswa. Mereka lantas berusaha terus kabur. Namun dikejar sopir mobil Avanza. Sampai di depan pintu palang parkir, oknum yang diduga kuat polisi itu kembali berusaha menahan mobil mahasiswa.
"Oknum tadi mencoba merampas kunci kontak mobil mahasiswa, namun tak berhasil. Kedua mahasiswa pun berteriak meminta tolong. Warga berdatangan, termasuk satpam. Dan ketepatan ada anggota kita. Oknum polisi tadi lalu kabur bersama mobilnya," sambung Lettu Dede.
Setelah warga berkumpul bersama Satpam, mahasiswa tadi melihat seorang pria yang tadi menggedor kaca mobilnya yang lagi berusaha kabur. Warga berusaha menangkap pria tersebut yang belakangan diketahui bernama Andrian tadi.
Tak lama, datang mobil Luxio warna putih yang ditumpangi dua orang, satu sipil yang satunya anggota polisi yang sebenarnya sopir mobil avanza tadi. Anggota polisi itu datang menggunakan jaket dan topi.
"Dia berpura-pura mempertanyakan mobil mahasiswa ada narkobanya. Tujuan sebenarnya adalah ingin melepaskan kawannya yang sudah ditahan warga. Tapi si mahasiswa tadi mengatakan, polisi yang datang itu orang yang merampas kunci mobilnya," bebernya.
Berdasarkan keterangan itu, oknum polisi tersebut langsung diamankan anggota. Tak lama kemudian, oknum polisi itu menelepon kawan-kawannya. Kemudian 10 orang anggota polisi datang menggunakan mobil dinas polsek setempat.
"Mereka menjemput oknum polisi tadi. Oknum polisi itu pun akhirnya kabur diselamatkan kawan-kawannya, menggunakan mobil dinas kepolisian. Namun mobil Luxio warna putih tadi masih tertinggal di kawasan itu," sambung Lettu Dede.
Warga sipil yang diamankan satpam lalu diserahkan ke Kodim Batam. Kepada anggota, dia mengakui bahwa dirinya dan oknum polisi itu berusaha merampok mahasiswa. Modusnya korban dituding menyimpan narkoba.
"Nanti alat bukti menguatkan di mobil mahasiswa ada narkoba, sudah dipersiapkan bong pengisap sabu. Inilah modus keduanya sesuai pengakuan warga sipil yang diamankan itu. Kalau sudah siap pemeriksaan, nanti kita serahkan ke Polres Barelang," jelasnya.
Hingga kini, mobil Luxio warna putih nopol BP 1775 FJ masih terparkir di kawasan tersebut dalam keadaan terkunci. Mobil ini adalah yang ditumpangi oknum polisi tadi, saat ingin menjemput kawannya yang ditahan warga, bersama Satpam dan anggota TNI.
"Andrian warga Batam ini diamankan, karena akan melakukan perampokan terhadap mahasiswa di kawasan Harbourbay, Batam, pada dini hari tadi," ucap Komandan Kodim 0316/Batam Letkol Josep Tanada Sidabutar, melalui Komandan Unit Intel Lettu CHB Dede Tri Haryanto, kepada wartawan, Minggu (7/12/2014).
Dede menceritakan, kronologi kejadian perampokan bermula saat kedua mahasiswa dari Universitas Batam (Uniba) berinisial MR (22) dengan mahasiswi Sa (22), sedang menikmati malam mingguan dengan mobil sedan Toyota nomor polisi BP 1824 JL.
Saat itu, mereka baru mengambil uang dari ATM BCA, di kawasan Planet di Batam. Saat mengambil ATM, mereka dibuntuti mobil Toyota Avanza warna hitam. Dari sana, mobil yang ditumpangi mahasiswa ini masuk ke kawasan Harbourbay.
"Saat itu, mobil korban disalip Avanza yang di dalamnya ada warga sipil dan oknum anggota Polda Kepri. Lantas sipil tadi disuruh turun dan mengetuk pintu mobil mahasiswa dengan mengatakan dari kepolisian," terang Lettu Dede.
Namun ketukan pintu itu diabaikan mahasiswa. Mereka lantas berusaha terus kabur. Namun dikejar sopir mobil Avanza. Sampai di depan pintu palang parkir, oknum yang diduga kuat polisi itu kembali berusaha menahan mobil mahasiswa.
"Oknum tadi mencoba merampas kunci kontak mobil mahasiswa, namun tak berhasil. Kedua mahasiswa pun berteriak meminta tolong. Warga berdatangan, termasuk satpam. Dan ketepatan ada anggota kita. Oknum polisi tadi lalu kabur bersama mobilnya," sambung Lettu Dede.
Setelah warga berkumpul bersama Satpam, mahasiswa tadi melihat seorang pria yang tadi menggedor kaca mobilnya yang lagi berusaha kabur. Warga berusaha menangkap pria tersebut yang belakangan diketahui bernama Andrian tadi.
Tak lama, datang mobil Luxio warna putih yang ditumpangi dua orang, satu sipil yang satunya anggota polisi yang sebenarnya sopir mobil avanza tadi. Anggota polisi itu datang menggunakan jaket dan topi.
"Dia berpura-pura mempertanyakan mobil mahasiswa ada narkobanya. Tujuan sebenarnya adalah ingin melepaskan kawannya yang sudah ditahan warga. Tapi si mahasiswa tadi mengatakan, polisi yang datang itu orang yang merampas kunci mobilnya," bebernya.
Berdasarkan keterangan itu, oknum polisi tersebut langsung diamankan anggota. Tak lama kemudian, oknum polisi itu menelepon kawan-kawannya. Kemudian 10 orang anggota polisi datang menggunakan mobil dinas polsek setempat.
"Mereka menjemput oknum polisi tadi. Oknum polisi itu pun akhirnya kabur diselamatkan kawan-kawannya, menggunakan mobil dinas kepolisian. Namun mobil Luxio warna putih tadi masih tertinggal di kawasan itu," sambung Lettu Dede.
Warga sipil yang diamankan satpam lalu diserahkan ke Kodim Batam. Kepada anggota, dia mengakui bahwa dirinya dan oknum polisi itu berusaha merampok mahasiswa. Modusnya korban dituding menyimpan narkoba.
"Nanti alat bukti menguatkan di mobil mahasiswa ada narkoba, sudah dipersiapkan bong pengisap sabu. Inilah modus keduanya sesuai pengakuan warga sipil yang diamankan itu. Kalau sudah siap pemeriksaan, nanti kita serahkan ke Polres Barelang," jelasnya.
Hingga kini, mobil Luxio warna putih nopol BP 1775 FJ masih terparkir di kawasan tersebut dalam keadaan terkunci. Mobil ini adalah yang ditumpangi oknum polisi tadi, saat ingin menjemput kawannya yang ditahan warga, bersama Satpam dan anggota TNI.
(san)