Wali Kota Yogya Minta Hotel Lebih Kreatif

Sabtu, 06 Desember 2014 - 01:11 WIB
Wali Kota Yogya Minta...
Wali Kota Yogya Minta Hotel Lebih Kreatif
A A A
YOGYAKARTA - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menilai, larangan bagi kalangan pemerintah untuk menggelar pertemuan atau rapat di hotel diyakini tidak akan mematikan aktivitas perhotelan di Yogyakarta.

Larangan seperti Surat Edaran Gubernur DIY No900/7963 tentang pembatasan kegiatan pertemuan, atau rapat di luar kantor, diklaim tidak akan merugikan industri perhotelan di Yogyakarta.

"Pangsa pasar hotel itu bukan untuk rapat pemerintah, tapi untuk melayani keinginan pariwisata," katanya, kepada wartawan, Jumat (5/12/2014).

Kendati demikian, orang nomor satu di Pemkot Yogyakarta tersebut menilai, larangan rapat di hotel akan mengurangi potensi pendapatan perhotelan. Oleh karenanya, diharapkan para pengelola hotel bisa lebih kreatif.

Mengenai pangsa pasar Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) Haryadi menyebut, masih ada pangsa pasar dari kalangan swasta yang juga memiliki agenda kegiatan tersebut.

Mengenai lingkungan kerja pemkot, Haryadi mengklaim sudah lama menerapkan tidak ada lagi rapat di hotel. Ruang rapat yang ada di setiap kantor, akan dimaksimalkan fungsinya. Salah satu yang dilakukan adalah dengan saling pinjam lokasi rapat.

Tak hanya rapat, mengenai hidangan lokal Haryadi menyebut, selama ini pihaknya selalu mencoba untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Yogyakarta. Termasuk kepada tamu yang datang ke balai kota.

"Tidak harus letter leck ubi atau kacang rebus sesuai anjuran menteri," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istidjab M Danunegoro menyebutkan, larangan rapat di hotel diharapkan ditinjau kembali, karena akan berdampak pada pendapatan dari okupansi hotel di Yogyakarta.

Jika larangan tersebut diberlakukan, GM Grand Quality Hotel Yogyakarta itu menilai, akan menyulitkan operasional hotel. Dikarenakan, pertumbuhan hotel di Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhr cukup cepat.

"Kami minta larangan ini bisa ditinjau kembali, karena bisa mematikan usaha hotel-hotel," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
41 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
50 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved