Pasar Gilingan Rampung Dibangun, PKL Segera Direlokasi
Rabu, 03 Desember 2014 - 10:31 WIB
Pasar Gilingan Rampung Dibangun, PKL Segera Direlokasi
A
A
A
SOLO - Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Solo segera merelokasi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Jalan Ahmad Yani, Jalan Sabang, dan Jalan S Parman Solo. Para pedagang itu bakal direlokasi ke Pasar Gilingan, Solo.
Kepala DPP Solo Subagiyo mengatakan, proses pembangunan Pasar Gilingan sudah selesai beberapa waktu lalu. Menurutnya, sejumlah kios dan juga los saat ini sudah siap untuk dipakai para pedagang.
Ia mengatakam para pedagang yang mengisi pasar tersebut adalah para PKL yang biasa mangkal di sejumlah ruas jalan di wilayah sekitar Gilingan atau Terminal Tirtonadi, Solo.
Menurutnya, ada berbagai macam PKL yang bakal direlokasi ke pasar tersebut, mulai dari pedagang pakaian bekas, pedagang sepeda, pedagang sepatu, kuliner, onderdil kendaraan, dan sejumlah pedagang dari jenis lainnya. Menurutnya, seluruh pedagang bakal menempati pasar yang dibangun dua lantai tersebut.
"Jumlah kios yang kita sediakan sebanyak 241, sedangkan los yang kita sediakan sebanyak 80 yang terbagi dalam dua lantai," ucap Subagiyo, Rabu (3/12/2014).
Saat menempati pasar, para pedagang akan ditata sesuai dengan jenis barang yang dijual (zonasi). Hal itu dilakukan agar kondisi pasar terlihat rapi dan bisa menarik para pengunjung untuk datang.
"Nantinya akan kita tata dengan baik, tidak akan kita campuradukkan antara pedagang onderdil dengan pedagang makanan atau campuradukkan yang lain," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, sesuai demgan kesepakatan antara pedagang dan Pemerintah Kota Solo, batas pindah para PKL adalah 23 Desember mendatang. Jika hingga batas waktu yang ditentukan para pedagang masih nekat berjualan di pinggir jalan, pihaknya bakal meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan tindakan tegas.
Menurutnya, trotoar yang sebelumnya dipakai para pedagang untuk berjualam bakal dikembalikan seperti fungsi semula. Nanti akan dilakukan pembenahan di beberapa sisi agar bekas yang ditinggalkan para PKL itu bersih dan rapi.
Pihaknya berharap agar para PKL memanfaatkan dengan baik kios dan juga los yang diberikan di Pasar Gilingan. Apalagi, kios dan los itu diberikan secara cuma-cuma oleh Pemerintah Kota Solo.
"Ini adalah langkah kita untuk mengatasi kawasan kumuh yang ada di Kota Solo. Saya harap semua bisa mengikutinya," ucapnya.
Kepala DPP Solo Subagiyo mengatakan, proses pembangunan Pasar Gilingan sudah selesai beberapa waktu lalu. Menurutnya, sejumlah kios dan juga los saat ini sudah siap untuk dipakai para pedagang.
Ia mengatakam para pedagang yang mengisi pasar tersebut adalah para PKL yang biasa mangkal di sejumlah ruas jalan di wilayah sekitar Gilingan atau Terminal Tirtonadi, Solo.
Menurutnya, ada berbagai macam PKL yang bakal direlokasi ke pasar tersebut, mulai dari pedagang pakaian bekas, pedagang sepeda, pedagang sepatu, kuliner, onderdil kendaraan, dan sejumlah pedagang dari jenis lainnya. Menurutnya, seluruh pedagang bakal menempati pasar yang dibangun dua lantai tersebut.
"Jumlah kios yang kita sediakan sebanyak 241, sedangkan los yang kita sediakan sebanyak 80 yang terbagi dalam dua lantai," ucap Subagiyo, Rabu (3/12/2014).
Saat menempati pasar, para pedagang akan ditata sesuai dengan jenis barang yang dijual (zonasi). Hal itu dilakukan agar kondisi pasar terlihat rapi dan bisa menarik para pengunjung untuk datang.
"Nantinya akan kita tata dengan baik, tidak akan kita campuradukkan antara pedagang onderdil dengan pedagang makanan atau campuradukkan yang lain," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, sesuai demgan kesepakatan antara pedagang dan Pemerintah Kota Solo, batas pindah para PKL adalah 23 Desember mendatang. Jika hingga batas waktu yang ditentukan para pedagang masih nekat berjualan di pinggir jalan, pihaknya bakal meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan tindakan tegas.
Menurutnya, trotoar yang sebelumnya dipakai para pedagang untuk berjualam bakal dikembalikan seperti fungsi semula. Nanti akan dilakukan pembenahan di beberapa sisi agar bekas yang ditinggalkan para PKL itu bersih dan rapi.
Pihaknya berharap agar para PKL memanfaatkan dengan baik kios dan juga los yang diberikan di Pasar Gilingan. Apalagi, kios dan los itu diberikan secara cuma-cuma oleh Pemerintah Kota Solo.
"Ini adalah langkah kita untuk mengatasi kawasan kumuh yang ada di Kota Solo. Saya harap semua bisa mengikutinya," ucapnya.
(zik)