Perkuat Branding untuk Terus Bersaing

Senin, 01 Desember 2014 - 11:41 WIB
Perkuat Branding untuk...
Perkuat Branding untuk Terus Bersaing
A A A
PALEMBANG - Jelang era MEA 2015, penguatan kualitas wirausaha dinilai perlu dilakukan agar bisa bersaing dengan produk negara ASEAN lainnya.

Hal itu diungkapkan Dewan Pembina Yayasan Pro Indonesia Smartpreneur, Budi Satria Isman, dalam gelaran workshop One In Twenty Movement 2014 di Galeri Indosat Palembang, kemarin. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Masyarakat Wirausaha Indonesia dan digagas Yayasan Pro Indonesia Smartpreneur bekerja sama dengan situs berita sindo - news.com.

Gerakan tersebut ber cita-cita menciptakan satu juta wirausahawan di Indonesia sampai tahun 2020. Menurut Budi, kurang dari 65% dari 57 juta wirausaha di Indonesia sudah berdaya saing global dan dianggap profesional. Sisanya belum siap memasuki implementasi MEA 2015, padahal isu AFTA sudah meluas sejak 10 tahun lalu.

Untuk itu, program One In Twenty Movement memfasilitasi pelaku UKM ini untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya. “Hal terpenting adalah memperkuat branding. Tidak banyak yang paham bahwa branding itu seperti sosok orang. Jika kita melihat seorang tokoh, kita akan langsung tahu karakternya dari penampilan. Begitu juga dengan branding, konsumen akan melihat dulu kemasan dan kualitasnya,” jelas pakar bisnis ini kepada KORAN SINDO PALEMBANG.

Ketidakpahaman soal branding inilah, lanjutnya, menjadi salah satu dari enam kendala yang kerap dijumpai para wirausaha pemula. Enam kendala tersebut antara lain kurangnya pengetahuan, akses pasar, modal, teknologi, legalitas, danja ringan. Untuk itu, selain memberi pelatihan wirausaha agar siap berdaya saing, pihaknya juga menggandeng berbagai pihak untuk membantu memfasilitasi para UKM.

Misalnya, institusi keuangan untuk sektor permodalan, komunitas untuk jaringan, dan ritel untuk akses pasarnya. “Beberapa ritel sudah ada yang membuka diri, seperti Carrefour yang siap menampung produk UKM,” ulas dia. Terkait potensi usaha di Sumsel, Budi mengatakan, masyarakat tidak harus memproduksi sesuatu yang baru.

Cukup berkreativitas memberi nilai tambah pada barang yang su dah adadidaerah, khususnyadibidang kuliner, agribisnis, danfesyen. “Kembali soal branding. Lempok misalnya, masyarakat Palembang tidak ada yang mengangkat lempok untuk branding produk. Jika memang kreatif, kemas penjualannya dengan menarik dan buat brand sendiri. Tentunya ada nilai tambah di sana,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta workshop Andika berharap, dengan seminar ini dia dapat mengembangkan dan mempertahankan usahanya. Di akuinya, pasar untuk bisnisnya yang bergerak di bidang penjualan lampu aroma terapi unik cukup besar saat ini. “Saya tahu kegiatan ini dari rekan sesama wirausaha. Sangat cerdas dan membakar semangat untuk kreatif,” tutur Andika.

Yulia Savitri
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
31 menit yang lalu
Libur Panjang Dongkrak...
Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Mal, APPBI Optimistis Sektor Ritel Tetap Bergairah
1 jam yang lalu
Besarkan Perindo Jatim,...
Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM
2 jam yang lalu
Dari Satlantas Manado...
Dari Satlantas Manado ke Propam, Karier Moncer Polwan Iptu Priscilla Tissy Atotoy
3 jam yang lalu
Ditjenpas Pastikan Penanganan...
Ditjenpas Pastikan Penanganan Warga Binaan Meninggal di Lapas Palangka Raya Transparan
3 jam yang lalu
Rano Karno Ungkap Kebakaran...
Rano Karno Ungkap Kebakaran Permukiman Dekat Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan
3 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved