Pengembang Properti Alami Masa Sulit

Senin, 01 Desember 2014 - 11:07 WIB
Pengembang Properti...
Pengembang Properti Alami Masa Sulit
A A A
BANDUNG - Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kenaikan suku bunga acuan (BI rate), pengembang perumahan lebih gencar melakukan promosi untuk mengejar target penjualan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat Irfan Firmansyah mengatakan, kedua kebijakan pemerintah tersebut sangat berpengaruh pada sektor bisnis perumahan. Kenaikan harga BBM bersubsidi memicu kenaikan harga bahan baku seperti semen, pasir, dan besi. Sedangkan kenaikan BI rate memicu kenaikan bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

“Pengembang masih berhitung berapa kenaikan yang tepat pasca kenaikan BBM ber subsidi dan BI rate. Kenaikan bahan baku variatif, bahan baku pabrikan kurang dari 5%, sedangkan non pabrikan mencapai 10%. Sehingga masih banyak pengembang yang menjual dengan harga lama,” terangnya kepada KORAN SINDO di sela-sela Pameran Perumahan Jawa Barat di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (29/11).

Pengembang pun akhirnya melakukan efisiensi pengeluaran guna menghindari kerugian yang mungkin saja terjadi karena tidak menaikkan harga jual. Pihaknya mengingatkan anggota REI Jabar agar mengurangi dana pemodalan yang bersumber dari perbankan dan lebih mengandalkan dana murni atau dana masyarakat melalui IPO.

“Apalagi menjelang pa sar bebas Asean yang membuat persaingan bisnis lebih terbuka lagi,” katanya. Sebagai pengusaha, pihaknya menyiapkan dan saling berbagi informasi tentang analisis kemungkinan persaingan bisnis di era pasar bebas Asean men datang. Sebab, pihaknya tidak ingin hanya jadi penonton yang baik, tetapi berperan serta di dalamnya.

“Pasar bebas Asean ini bukan yang pertama sebenarnya. Karena sebelumnya pengembang asing pun sudah mu lai masuk ke Jabar melalui joint venture dengan pengembang lokal. Ini tantangan, karenanya kitanya yang harus siap menghadapi semakin gencarnya persaingan di masa mendatang,” tuturnya.

Menurutnya, Jabar menjadi magnet investasi di sektor bisnis yang merupakan kebutuhan primer masyarakat ini. Pengembangan kawasan industri seperti di Karawang dan Majalengka akan memicu pertumbuhan bisnis properti di daerah tersebut.

“Adanya tol, bandara, pelabuhan, maupun pengembangan kawasan industri akan menarik para pelaku untuk mengembangkan bisnis di kedua kawasan tersebut. Begitu juga Bandung yang sekarang bukan hanya jadi kota tujuan wisata atau kuliner, tetapi sudah menjadi kota tujuan investasi,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris DPD REI Jabar Joko Suranto menambahkan, pihaknya berharap perlambatan yang dimungkinkan terjadi di tahun depan tidak lebih dari 10%. “Di tahun depan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi perlambatan di sektor properti. Kami harap perlambatannya berkisar antara 5%-10%,” ujarnya.

Sebab, kata dia, kenaikan BI rate tidak serta merta menaikkan pendapatan, baik gaji pegawai maupun penghasilan wiraswasta. “Karenanya developer mengurangi sedikit proyeksi keuntungan dengan menekan biaya listrik dan lainlain,” sambungnya.

Dia pun menyebutkan beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan pengembang dalam menghadapi situasi cukup berat seperti saat ini. “Pastikan cash flow benar-benar aman, kurangi pembiayaan per bankan, tingkatkan performance manajemen atau produk,” sarannya.

Fauzan
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
5 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved