Kabur dari Panti, 3 Bocah Mengaku Dianiaya

Jum'at, 28 November 2014 - 23:14 WIB
Kabur dari Panti, 3...
Kabur dari Panti, 3 Bocah Mengaku Dianiaya
A A A
PALEMBANG - Tiga bocah penghuni Panti Asuhan Cahaya Kemuning, berinisial DM (10), DN (10), dan KP (12), nekat kabur dari panti asuhan, di Jalan Muhidin, Kelurahan Kemuning, Palembang, karena sering dianiaya oleh anak pemilik panti.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Palembang Adi Sangadi menjelaskan, ketiga anak tersebut kabur hari Kamis 27 November 2014 sore. Mereka saat hendak pulang, ke kampung halamannya, di Baturaja, dengan berjalan kaki.

Lalu, ketiga anak tersebut dihantarkan seseorang ke kantor polisi, karena mengaku kabur dari panti dan sering dipukul.

“Mereka mengaku sering dipukuli oleh anak pemilik panti bernama Nuni, dan Panjung. Mereka bertiga lalu merencanakan kabur untuk pulang ke rumah, di Baturaja,” kata Adi Sangadi, di Mapolresta Palembang, Jumat (28/11/2014).

Adi mengaku, dia langsung dihubungi aparat kepolisian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terkait kasus tersebut. Pasalnya, polisi tidak bisa melakukan proses hukum sebelum sang anak didampingi orangtua atau wali membuat laporan.

“Laporan anak-anak ini belum diterima, karena polisi harus meminta wali dari orangtua mereka. Selain itu, penyidik juga harus mendapatkan bukti visum dan mengetahui jelas kronologisnya. Makanya saya dihubungi untuk melakukan pendampingan," ungkapnya.

Terpisah, salah satu korban DM mengaku, mereka telah tiga hari merencanakan kabur dari panti tersebut. Mereka kabur karena sering dipukuli oleh anak pemilik panti tanpa sebab yang jelas.

“Kami sering dipukuli, bermain dipukul, mau mandi juga sering dipukul. Makanya kami tidak kuat dan kabur dari sana,” jelas DM.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang Iptu Imelda Rachmat menjelaskan, laporan korban sementara waktu ditunda untuk menunggu kedatangan ketiga orangtua korban.

Sementara waktu, ketiga anak dititipkan ke KPAID untuk mendapatkan perlindungan. “Anak-anak tersebut datang, dan melaporkan dianiaya, kami segera menghubungi KPAID agar bisa didampingi saat dimintai keterangan," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
56 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
9 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved