YLKI: Pemerintah Harus Siapkan Infrastruktur Pelayanan Publik

Rabu, 26 November 2014 - 01:42 WIB
YLKI: Pemerintah Harus...
YLKI: Pemerintah Harus Siapkan Infrastruktur Pelayanan Publik
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pemprov DKI Jakarta merampungkan infrastuktur pelayanan publik bila ingin melakukan pembatasan sepeda motor di Ibu Kota.

Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menuturkan, saat ini pemerintah terjebak dengan kecelakaan sejarah.

Sepeda motor relatif mendapatkan tempat dan tidak terkena pada sasaran dari kebijakan penataan transportasi.

Sebagai contoh pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 97/2012 tentang Retribusi Pengendalian Lalu Lintas tidak menjadikan sepeda motor sebagai sasaran retribusi.

Akhirnya dibuatlah kebijakan pelarangan sepeda motor oleh Pemprov DKI. "Mestinya PP ini direvisi dulu," ungkap Tulus Abadi dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Selasa 24 November kemarin.

Menurut Tulus, bila ingin melarang penggunaan sepeda motorpemerintah harus merampungkan infrastruktur pelayanan publik untuk perjalanan masyarakat.

Selama ini angkutan massal tidak memberikan jawaban terhadap masyarakat bahwa moda itu sangat memberikan kenyamanan dan kepastian ketika melakukan perjalanan.

Tidak hanya itu, biaya yang ditimbulkan menggunakan moda itu relatif mahal.

"Selama ini masyarakat merasa terbantu dengan sepeda motor. Tingginya mobilitas mereka dapat dijangkau tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi. Semua itu karena sepeda motor," ucapnya.

Seperti diketahui 17 Desember mendatang, pemprov DKI Jakarta akan membatasi sepeda motor untuk tidak melintas di kawasan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat.
(whb)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
26 menit yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
1 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved