Siswa SDN Banen Menganggur

Jum'at, 21 November 2014 - 16:15 WIB
Siswa SDN Banen Menganggur
Siswa SDN Banen Menganggur
A A A
SUKABUMI - Sebanyak 55 orang siswa SDN Banen, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus menganggur di rumah masing-masing.

Kondisi itu menyusul ambruknya atap bangunan sekolah mereka akibat disapu angin kencang. Sudah empat hari terakhir ini, gedung SDN Banen selalu tampak sepi. Mulai dari pagi hing ga menjelang sore, tidak ada sedikit pun aktivitas belajar mengajar.

Gedung pendidikan yang terdiri dari lima lokal ini le bih cederung terlihat ter beng ka lai. Material keramik yang me lapisi lantai di setiap ruang ke las, kondisinya telah hampir se luruhnya rusak. Terlebih sejak memasuki mu sim penghujan, lantai di sekolah tersebut selalu digenangi air setinggi mata kaki. Kerusakan juga terjadi pada bagian plafon ruang kelas. Potongan kayu ber campur material genting dan eternit berserakan mengotori ruangan.

Kerusakan bangunan sekolah ini puncaknya ter jadi pada Senin lalu (17/11). Ba gian atap bangunan ambrol aki bat disapu angin kencang. Karena kondisi inilah, pihak penge lola SDN Banen memutuskan untuk meliburkan sementara para siswanya.

Saepuloh, 55, salah seorang warga menerangkan karena diliburkan dari masa sekolahnya, parasiswa yang mayoritas merupakan warga setempat ini, tidak sedikit yang memutuskan un tuk membantu pekerjaan orang taunya, seperti diantaranya membuat batu bata, bertani serta berjualan.

“Bukan cuma di tinggal oleh siswanya saja, tapi para guru juga jarang sekali men datangi sekolah itu. Sebab kon disinya bisa dikatakan sudah tidak layak lagi,” bebernya. Abdul Aziz, 11, salah se orang siswa SDN Banen me nga ku, sejak beberapa terakhir ini, dia maupun siswa lainnya tidak la gi pergi ke sekolah, bahkan sebagian siswa mengaku enggan untuk mengisi bangunan se ko lah tersebut karena khawatir ter kena puing bangunan yang ra wan ambruk.

“Lebih baik ban tu orang tua dia rumah,” ungkapnya. Alfaizan, siswa SDN Banen lainnya mengatakan, bangunan sekolahnya itu bukan hanya menga lami kerusakan pada bangunan nya saja, tetapi juga ke tersediaan ruang kelas yang layak digunakan sangat terbatas. Aki batnya tidak jarang, dua ke lompok siswa dari kelas berbeda ha rus belajar di dalam ruang ke las yang sama.

Toni Kamajaya
(bbg)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
6 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
Daya Tarik Utama IPDN...
Daya Tarik Utama IPDN yang Diminati Puluhan Ribu Siswa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved