Peredaran Ribuan Ekstasi Digagalkan Polisi

Kamis, 20 November 2014 - 01:00 WIB
Peredaran Ribuan Ekstasi...
Peredaran Ribuan Ekstasi Digagalkan Polisi
A A A
PALEMBANG - Peredaran 2.528 butir pil ekstasi warna pink tanpa logo asal Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil digagalkan oleh Reserse Narkoba Polresta Palembang.

Polisi berhasil menangkap pengedar bernama Riski (23), warga Aceh yang tinggal di Muba saat hendak mengedarkan narkoba di Palembang. Penangkapan terjadi pada hari Selasa, (18/11/2014) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat ada aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut. Setelah diintai, ternyata benar ada mobil Toyota Fortuner warna hitam plat BG 1507 FB yang mencurigakan," tandas Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting saat menggelar penangkapan di Aula Mapolresta Palembang, Rabu, (19/11/2014).

Petugas langsung menyergao Riski yang tengah membawa 2.528 ekstasi warna pink tanpa logo yang disimpannya di dashboard mobil tersebut.

Mantan Kabid Humas Polda Sumsel ini mengaku, ekstasi itu berasal dari Sungai Lilin, Kabupaten Muba di kawasan Lingkaran 4. Hal tersebut didapatkan berdasarkan keterangan dari tersangka Riski.

"Ekstasi berasal dari Muba, pemiliknya berinisial M (DPO). Itu berdasarkan keterangan tersangka yang kami tangkap. Setelah kami sergap, ternyata di sana sebuah kos-kosan, pelaku berinisial M berhasil kabur,” pungkasnya.

Kasat Narkoba Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menjelaskan, mereka berdua (pelaku Riski dan DPO berinisial M ) ternyata berasal dari Aceh dan sengaja datang ke Sumsel untuk mengedarkan ekstasi.

Pihaknya mencoba menyelidiki apakah pelaku berinisial M memiliki home industri sendiri hingga bisa menciptakan ekstasi madein alias produk atau berasal dari Muba.

“Mereka berdua warga Aceh selama satu tahun tinggal di Muba dan indikasinya mengedarkan ektasi di sana. Dan sekarang akan mengedarkan ekstasi tersebut ke Palembang dalam jumlah besar. Kami terus mencari jejak-jejaknya apakah ada indikasi home industri ekstasi disana. Tentunya kami akan koordinasi dengan Polda Sumsel untuk melakukan penindakan,” ujarnya.

Riski mengaku hanya sebatas suruhan (anak buah) sang bos berinisial M tersebut. Dia mengaku telah berhasil membawa 2.000 ekstasi dan mendapatkan upah sebanyak Rp 1 Juta.

“Bos saya si M dia yang gaji saya. Memang kami berdua sama-sama dari Aceh. Saya bukan pengedar tetapi itu barang bos saya. Mobil itu punya bos,” ujarnya.
(lis)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
48 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Iran Luncurkan Kota...
Iran Luncurkan Kota Rudal Bawah Tanah Berisi Ribuan Rudal Presisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved