BBM Naik, Angkot Masih Terapkan Tarif Lama
Selasa, 18 November 2014 - 10:49 WIB
BBM Naik, Angkot Masih Terapkan Tarif Lama
A
A
A
JAKARTA - Pasca kenaikan harga BBM, sejumlah angkutan umum di Jakarta masih menahan diri untuk menaikkan tarif.
Pantauan Sindonews di Jaksel, Selasa (18/11/2014) pagi, sejumlah awak angkutan umum masih menunggu instruksi dari Organda DKI.
Seperti angkutan umum 129 jurusan Depok-Pasar Minggu, tarif yang ditetapkan untuk jarak terjauh masih menggunakan tarif normal, yakni Rp5.000.
Begitu juga dengan angkutan umum S 15 jurusan Pasar Rebo-Pasar Minggu, tarif yang digunakan masih Rp3.000.
Sama halnya dengan Metro Mini S62, S75, dan S640, tarif yang digunakan masih senilai Rp2.000.
Sopir Mikrolet 129, Richard mengatakan, dirinya masih belum menaikan ongkos lantaran pihak Organda masih belum memberikan instruksi akan adanya kenaikan tarif angkutan.
"Organda belum ngasih kenaikan. Jadi, saya masih pakai tarif normal," katanya di bawah fly over Jagakarsa, depan Universitas Tama Jagakarsa, Selasa (18/11/2014).
Selain itu, penumpang pun masih belum banyak yang tahu akan kenaikan BBM tersebut. Sehingga, jika kenaikan dilakukan sekarang ini, tentu akan menimbulkan protes penumpang.
Richard menambahkan, biasanya, kenaikan tarif angkutan umum akan terjadi satu minggu setelah BBM naik.
"Kalau naik, itu paling seribu perak," tutupnya.
Pantauan Sindonews di Jaksel, Selasa (18/11/2014) pagi, sejumlah awak angkutan umum masih menunggu instruksi dari Organda DKI.
Seperti angkutan umum 129 jurusan Depok-Pasar Minggu, tarif yang ditetapkan untuk jarak terjauh masih menggunakan tarif normal, yakni Rp5.000.
Begitu juga dengan angkutan umum S 15 jurusan Pasar Rebo-Pasar Minggu, tarif yang digunakan masih Rp3.000.
Sama halnya dengan Metro Mini S62, S75, dan S640, tarif yang digunakan masih senilai Rp2.000.
Sopir Mikrolet 129, Richard mengatakan, dirinya masih belum menaikan ongkos lantaran pihak Organda masih belum memberikan instruksi akan adanya kenaikan tarif angkutan.
"Organda belum ngasih kenaikan. Jadi, saya masih pakai tarif normal," katanya di bawah fly over Jagakarsa, depan Universitas Tama Jagakarsa, Selasa (18/11/2014).
Selain itu, penumpang pun masih belum banyak yang tahu akan kenaikan BBM tersebut. Sehingga, jika kenaikan dilakukan sekarang ini, tentu akan menimbulkan protes penumpang.
Richard menambahkan, biasanya, kenaikan tarif angkutan umum akan terjadi satu minggu setelah BBM naik.
"Kalau naik, itu paling seribu perak," tutupnya.
(ysw)