KAMMI Minta Cabut Kenaikan Harga BBM atau Jokowi-JK Mundur!

Selasa, 18 November 2014 - 01:13 WIB
KAMMI Minta Cabut Kenaikan...
KAMMI Minta Cabut Kenaikan Harga BBM atau Jokowi-JK Mundur!
A A A
JAKARTA - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengutuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Karenanya meminta, pemerintah Jokowi-JK untuk mencabut kebijakan kenaikan harga BBM atau mundur dari jabatannya.

Humas KAMMI Eko Wardaya mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak memihak rakyat kecil dan merupakan sebuah ironi ditengah turunnya harga minyak dunia. Bahkan, kata pentolan mahasiswa ini harga minyak dunia turun ke level terendahnya dalam 4 tahun terakhir.

Menurut dia, jika Pemerintah beralasan bahwa subsidi BBM membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga terjadi defisit APBN. Namun pemerintah tidak layak menyalahkan defisit APBN karena beban dari subsidi BBM saja.

Karena penyebab defisit APBN adalah penurunan target pendapatan negara yang tidak sebanding dengan kenaikan beban belanja negara, bukan hanya karena beban dari subsidi BBM. "Maka kami berkesimpulan alasan itu mengada-ngada, " timpal Eko.

Pemerintah pun, kata dia, kembali menuding bahwa subsidi BBM tidak tepat sasaran karena dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Padahal dampak dari kenaikan harga BBM akan menimpa pada semua kalangan, terutama menengah ke bawah, bahkan saat harga BBM belum resmi dinaikkan hampir semua bahan pokok sudah merangkak naik.

Eko menegaskan, pemerintah tak juga berupaya untuk mencari langkah akternatif atau pun solusi lain, meski beberapa tawaran solusi sudah diberikan oleh beberapa menteri perekonomian terdahulu. Bahkan pemerintah mengakali dengan argumentasi mengalihkan subsidi ke sektor produktif.

Sikap pemerintah yang sedemikian rupa, lanjut Eko, menunjukkan bahwa pemerintah bukan hanya tak bekerja dengan baik, tapi juga membawa kebutuhan rakyat akan BBM pada persaingan bebas, dimana perusahaan minyak dunia kini banyak bercokol di tanah air, maka jelas lah bahwa Kabinet Kerja tengah dinaungi oleh Neolib.

"Maka kami atas nama rakyat Indonesia KAMMI akan turun ke jalan Selasa (18/11/2014) memaksa pemerintah mencabut kebijakan kenaikan harga BBM atau mundur dari jabatannya selain itu mengganti menteri-menteri Neolib yaitu Sofyan Djalil, Rini Sumarno, Sudirman Said, " tandas Eko.
(sms)
Berita Terkait
Kuota Jebol, Menteri...
Kuota Jebol, Menteri ESDM Ungkap Skenario Kenaikan Harga BBM Subsidi
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
2 jam yang lalu
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
2 jam yang lalu
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
2 jam yang lalu
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
3 jam yang lalu
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
3 jam yang lalu
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Bocorkan...
Pemerintah Bocorkan Soal Potensi Harga BBM Naik per 1 Juli Nanti
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved