Cerminan Identitas Bangsa yang Mesti Dijaga
Senin, 17 November 2014 - 16:46 WIB
Cerminan Identitas Bangsa yang Mesti Dijaga
A
A
A
Museum mungkin tidak menarik bagi kalangan muda. Jalanjalan ke museum bukan sesuatu yang populer di kalangan anak muda karena akan dianggap kuno dan tidak mengikuti kemajuan zaman. Padahal melalui museum ini sebuah pembelajaran bisa diserap. Museum merupakan sarana untuk menghadirkan masa lalu ke masa sekarang.
Generasi masa kini yang tidak sempat melihat semua hal-hal pada masa lalu bisa melihat sendiri gambaran tentang masa lalu. Apakah itu melalui naskah, barang seni, atau benda-benda lainnya, yang berkaitan dengan masa lalu. Itu makna utama museum, cerminan identitas suatu bangsa. Bangsa yang maju tentu dan harus belajar dari masa lalu.
Sayangnya, tidak semua museum sudah memenuhi standar yang baik. Sebab perlu perombakan, apakah itu dari sisi isi maupun kualitas sumber daya manusia yang mengelola sebuah museum. “Museum itu penting karena ada kekayaan seni dan budaya di dalamnya, banyak nilai filosofi yang bisa ditansfer melalui melihat koleksi di museum.
Tetapi saat ini tidak banyak museum yang bagus, maka sekarang di sini kami membahas tentang museum ke depan harus seperti apa?” kata Dirjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Prof Kacung Maridjan saat menyampaikan materi dalam seminar “Museum Sebagai Citra peradaban di Indonesia” di Gedung Merah Putih Balai Pemuda.
Prof Kacung juga mengatakan, pentingnya pendirian museum di Jatim tidak hanya sekadar mengumpulkan benda-benda kuno, tetapi sebagai sarana edukasi dan wisata bagi masyarakat. Apalagi jumlah seniman di Jawa Timur juga banyak sehingga karya mereka perlu diabadikan, salah satunya dengan cara memasukkannya di museum. “Saya kira dengan ada museum, tidak hanya bisa diisi dengan karya-karya seniman di Jatim, tetapi juga karyakarya seniman di luar Jatim sehingga bisa saling mengisi sekaligus sebagai sarana tukar pembelajar satu sama lain,” kata Kacung.
Kepala Galeri Soemardja Aminudin menjelaskan, beberapa negara lain sudah sangat maju dalam membuat museum. Sejak awal mereka paham bahwa identitas sebuah bangsa memang bisa dilihat dari jenis museum yang mereka dirikan. Misalnya, di Dubai, baru-baru ini mendirikan museum kontemporer yang membuat semua benda-benda seni kontemporer. “Saat ini dunia sudah semakin sadar untuk memelihara semua bendabenda seni tempo dulu atau benda bersejarah.
Karena itu sudah mulai banyak yang mendirikan museum. Singapura saja yang tergolong negara maju juga banyak mendirikan museum,” ujar Aminudin. Aminudin juga menyampaikan sebaiknya dalam mendirikan museum harus mencakup tiga unsur, yakni memiliki otentisitas yang bisa membangun pengalaman tiap pengunjungnya, mempunyai identitas tentang museum yang akan dipilih, dan museum harus mampu menjadi tempat nostalgia bagi seluruh pengunjung museum.
Mamamik Wijayanti
Surabaya
Generasi masa kini yang tidak sempat melihat semua hal-hal pada masa lalu bisa melihat sendiri gambaran tentang masa lalu. Apakah itu melalui naskah, barang seni, atau benda-benda lainnya, yang berkaitan dengan masa lalu. Itu makna utama museum, cerminan identitas suatu bangsa. Bangsa yang maju tentu dan harus belajar dari masa lalu.
Sayangnya, tidak semua museum sudah memenuhi standar yang baik. Sebab perlu perombakan, apakah itu dari sisi isi maupun kualitas sumber daya manusia yang mengelola sebuah museum. “Museum itu penting karena ada kekayaan seni dan budaya di dalamnya, banyak nilai filosofi yang bisa ditansfer melalui melihat koleksi di museum.
Tetapi saat ini tidak banyak museum yang bagus, maka sekarang di sini kami membahas tentang museum ke depan harus seperti apa?” kata Dirjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Prof Kacung Maridjan saat menyampaikan materi dalam seminar “Museum Sebagai Citra peradaban di Indonesia” di Gedung Merah Putih Balai Pemuda.
Prof Kacung juga mengatakan, pentingnya pendirian museum di Jatim tidak hanya sekadar mengumpulkan benda-benda kuno, tetapi sebagai sarana edukasi dan wisata bagi masyarakat. Apalagi jumlah seniman di Jawa Timur juga banyak sehingga karya mereka perlu diabadikan, salah satunya dengan cara memasukkannya di museum. “Saya kira dengan ada museum, tidak hanya bisa diisi dengan karya-karya seniman di Jatim, tetapi juga karyakarya seniman di luar Jatim sehingga bisa saling mengisi sekaligus sebagai sarana tukar pembelajar satu sama lain,” kata Kacung.
Kepala Galeri Soemardja Aminudin menjelaskan, beberapa negara lain sudah sangat maju dalam membuat museum. Sejak awal mereka paham bahwa identitas sebuah bangsa memang bisa dilihat dari jenis museum yang mereka dirikan. Misalnya, di Dubai, baru-baru ini mendirikan museum kontemporer yang membuat semua benda-benda seni kontemporer. “Saat ini dunia sudah semakin sadar untuk memelihara semua bendabenda seni tempo dulu atau benda bersejarah.
Karena itu sudah mulai banyak yang mendirikan museum. Singapura saja yang tergolong negara maju juga banyak mendirikan museum,” ujar Aminudin. Aminudin juga menyampaikan sebaiknya dalam mendirikan museum harus mencakup tiga unsur, yakni memiliki otentisitas yang bisa membangun pengalaman tiap pengunjungnya, mempunyai identitas tentang museum yang akan dipilih, dan museum harus mampu menjadi tempat nostalgia bagi seluruh pengunjung museum.
Mamamik Wijayanti
Surabaya
(bhr)