Brimob Dianiaya di Sarkem, Polisi Bentuk Tim Investigasi
Senin, 17 November 2014 - 13:12 WIB
Brimob Dianiaya di Sarkem, Polisi Bentuk Tim Investigasi
A
A
A
YOGYAKARTA - Jajaran Polresta Yogyakarta dibantu Polda DIY masih melakukan penyelidikan kasus penganiayaan terhadap anggota Satuan Brimob Polda DIY Brigadir Toni Narwoko.
"Kami menerjunkan tim investigasi, dibantu Polda DIY. Sebagian identitas pelaku telah dikantongi dan kini masih dalam pengejaran. Ada sekitar enam sampai tujuh pelaku," kata Kepala Polresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Slamet Santoso, Senin (17/11/2014).
Ia belum bisa berkomentar lebih jauh soal hasil penyelidikan sementara, termasuk dari kelompok mana pelaku penganiayaan dan apa motinya. Dia juga belum berkomentar tentang kabar bahwa senjata api jenis revolver milik korban dirampas oleh para pelaku.
"Korban masih dirawat dan belum bisa dimintai keterangan secara utuh. Apakah korban membawa senjata api saat kejadian, itu juga masih dicek kebenarannya," jelasnya.
Brigadir Toni Narwoko dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pasar Kembang (Sarkem), Sosrowijayan, Gedong Tengen, Yogyakarta, Minggu (16/11/2014) dini hari.
Informasi yang terhimpun, senjata api jenis revolver milik korban juga diduga dirampas oleh para pelaku. Sebelum kejadian penganiayaan, korban mendatangi Sarkem untuk kepentingan penyelidikan seseorang yang diduga terlibat sebuah kasus kriminal. Namun, baru sampai di depan pintu masuk Sarkem sisi selatan, korban diadang para pelaku. Korban langsung dikeroyok memakai tangan kosong dan senjata tajam.
Akibatnya, korban mengalami luka tusukan dan sayatan di bagian tangan kanan, pinggang, paha, serta memar di bagian wajahnya. Belum diketahui secara pasti apa motif di balik peristiwa penganiayaan itu. Kini, korban dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY.
"Kami menerjunkan tim investigasi, dibantu Polda DIY. Sebagian identitas pelaku telah dikantongi dan kini masih dalam pengejaran. Ada sekitar enam sampai tujuh pelaku," kata Kepala Polresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Slamet Santoso, Senin (17/11/2014).
Ia belum bisa berkomentar lebih jauh soal hasil penyelidikan sementara, termasuk dari kelompok mana pelaku penganiayaan dan apa motinya. Dia juga belum berkomentar tentang kabar bahwa senjata api jenis revolver milik korban dirampas oleh para pelaku.
"Korban masih dirawat dan belum bisa dimintai keterangan secara utuh. Apakah korban membawa senjata api saat kejadian, itu juga masih dicek kebenarannya," jelasnya.
Brigadir Toni Narwoko dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pasar Kembang (Sarkem), Sosrowijayan, Gedong Tengen, Yogyakarta, Minggu (16/11/2014) dini hari.
Informasi yang terhimpun, senjata api jenis revolver milik korban juga diduga dirampas oleh para pelaku. Sebelum kejadian penganiayaan, korban mendatangi Sarkem untuk kepentingan penyelidikan seseorang yang diduga terlibat sebuah kasus kriminal. Namun, baru sampai di depan pintu masuk Sarkem sisi selatan, korban diadang para pelaku. Korban langsung dikeroyok memakai tangan kosong dan senjata tajam.
Akibatnya, korban mengalami luka tusukan dan sayatan di bagian tangan kanan, pinggang, paha, serta memar di bagian wajahnya. Belum diketahui secara pasti apa motif di balik peristiwa penganiayaan itu. Kini, korban dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY.
(zik)