6 Rektor di Makassar Dukung Pencabutan Subsidi BBM

Jum'at, 14 November 2014 - 11:43 WIB
6 Rektor di Makassar...
6 Rektor di Makassar Dukung Pencabutan Subsidi BBM
A A A
JAKARTA - Enam rektor perguruan tinggi di Makassar, mendukung pemerintah mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Ke-6 rektor itu adalah Prof Dr Dwia Ariestina (Unhas), Prof Dr Arismunandar (UNM), Prof Dr H A Qadir Gasing (UIN), Prof Dr Masrurah Mochtar (UMI), Dr Irwan Akib MPd (Unismuh) dan Prof Dr Saleh Pallu (Universitas Bosowa 45).

Rektor Unhas Dwia Aries Tina mengaku, pihaknya siap menjaga unjuk rasa yang kondusif. Bahkan, para rektor ini juga mengaku mendukung kebijakan kenaikan harga BBM subsidi yang akan dilakukan oleh pemerintah.

"Ini bukan soal jamin menjamin unjuk rasa, karena kita mendukung kebijakan pemerintah, karena analisanya jelas dan sudah matang," ujar Dwi, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Pihak rektorat sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar implementasi kebijakan ini kondusif. Pihaknya juga membuka forum dialog dengan mahasiswa terkait kenaikan harga BBM ini.

Mahasiswa akan dijelaskan, bahwa keputusan itu sudah dilakukan dengan pertimbangan dan analisa yang jelas. Apalagi, pemerintah juga berencana akan mengalihkan subsidi BBM ini untuk penambahan anggaran di bidang infrastruktur dan pendidikan.

Sementara itu, Ekonom UGM Tony Prasetiantono menjelaskan, masyarakat akan mampu menjaga daya belinya waktu pemerintah mengurangi subsidi BBM dan mengalihkan realokasi anggaran kepada proyek infrastruktur dan program bantuan langsung dengan proporsi yang sama.

“Kalau sampai bisa seperti itu, itu baru dahsyat. Baru nendang,” ujar Tony

Tony Prasetiantono menilai, kenaikan harga BBM bersubsidi maksimal sebesar Rp2.500 akan aman bagi inflasi. Bila menggunakan asumsi itu, maka harga per liter menjadi Rp9.000.

Dengan demikian, menurut Tony, inflasi 2014 bisa berada di bawah 8% dan inflasi 2015, di kisaran 5%. Namun Tony mengajukan syarat, tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) tidak perlu diubah.

"Karena nanti perlu dilihat apa ada tekanan terhadap rupiah dan capital outflow (arus modal keluar)," terangnya.

Menurut Tony, sudah saatnya pemerintah mengurangi subsidi BBM dan mengalihkan dananya ke sektor produktif atau infrastruktur. Apalagi 80% subsidi BBM dinikmati kalangan menengah ke atas.

Tony menilai, Indonesia harus mau menerapkan harga pasar BBM agar tingkat perekonomian bisa terjaga.

"Di China saja harganya Rp16 ribu per liter. Harga BBM tertinggi ada di Norwegia dan Turki, Rp31 ribu per liter. Kenapa tidak ada gejolak? Karena di sana sudah biasa," jelasnya.

Senada dengan Tony, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo pun percaya tingkat harga barang dan jasa di masyarakat tetap terkendali apabila pemerintah menaikkan harga BBM sebagai konsekuensi pengurangan subsidi.

Apalagi, pihaknya akan menjalin komunikasi intensif dengan tim pengendali inflasi daerah untuk mencegah second round effect kenaikan harga BBM.
(san)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
52 menit yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
1 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
2 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
2 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
4 jam yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
15 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved