Lalai, Perawat RS Bunda Makassar Jadi Tersangka

Jum'at, 07 November 2014 - 15:41 WIB
Lalai, Perawat RS Bunda...
Lalai, Perawat RS Bunda Makassar Jadi Tersangka
A A A
MAKASSAR - Polsek Panakkukang, Makassar, menetapkan salah seorang perawat RS Bersalin Bunda Makassar, sebagai tersangka. Perawat itu dinilai lalai dalam merawat bayi Fadhlan Khairy Al-Faiq.

Kapolsek Panakkukang Kompol Tri Hambodo, Jumat (7/11/2014), mengatakan, demi kepentingan pemeriksaan lanjutan, identitas perawat tersebut tidak dipublikasikan.

Akibat kelalaiannya, perawat tersebut diancam Pasal 360 ayat (2) KUHP tentang kelalaian yang membuat seseorang luka berat dengan ancaman hukuman sembilan bulan penjara.

Dia menambahkan, kematian Fadlan terbukti akibat kelalaian dari pihak RS Bunda. Menurut Tri, berdasarkan pemeriksaan selama satu minggu, penyebab kematiannya bukan karena luka bakar.

Menurutnya, inkubator manual yang digunakan di RS Bersalin Bunda Makassar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). "Bukan karena itu penyebab kematian. Luka di punggung Fadlan juga bukan luka bakar, silakan ditanyakan langsung kepada dokternya," ujarnya.

Sementara, Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara tidak menemukan tanda-tanda kematian Fadhlan akibat terpanggang dalam inkubator.

Ketua Tim Laboratorium Forensik Bhayangkara Dokter Mauluddin mengatakan, hasil autopsi penyebab meninggalnya bayi Fadhlan bukan karena terbakar oleh alat inkubator, melainkan gangguan dan kegagalan pernapasan akibat sebagian besar alveoli paru-paru belum matang dan berkembang (faktor bayi premanur).

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium, tidak ditemukan tanda-tanda radang berat (tidak ada tanda-tanda sepsis), tidak ditemukan adanya tanda-tanda perlukaan, trauma tajam, tumpul, kimia," kata Mauluddin

Bayi Fadhlan, lanjutnya, terpapar bakteri pada kulitnya. Kelainan pada kulit bayi Fadhlan disebut Dermatitis Scald yakni peradangan kulit bayi yang menyerupai gambaran luka bakar. Penyebabnya, popok, baju, kain pengalas bayi yang kurang bersih dan atau kurang diganti secara teratur sehingga memungkinkan kulit bayi terpapar bakteri.

"Maka dari itu sudah sangat jelas jika ada kelalaian pada perawat yang tidak secara rutin mengganti popok bayi maupun baju bayi," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved