Pekerja Proyek di TIM Belum Terdaftar BPJS

Sabtu, 01 November 2014 - 05:21 WIB
Pekerja Proyek di TIM...
Pekerja Proyek di TIM Belum Terdaftar BPJS
A A A
JAKARTA - Seluruh pekerja pembangunan gedung arsip dan jembatan penghubung di kawasan TIM tidak dilindungi oleh BPJS. Karena, PT Sartonia hanya mendaftarkan 10 orang karyawan kantornya yang bertugas dalam bidang administrasi.

Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS TK Salemba Muhammad Akip mengatakan, sedangkan para pekerja proyek di TIM tidak ada yang terdaftar. Tambahnya, pengerjaan pembangunan gedung delapan lantai tersebut juga belum terdaftar.

"Perusahaan pelaksana proyek harus menanggung sendiri semua biaya santunan para tenaga kerja yang menjadi korban," kata Akip di Jakarta, Jumat 31 Oktober 2014.

Menurut Akip, sesuai ketentuan yang berlaku, jika tenaga kerja meninggal dalam kasus kecelakaan kerja maka berhak mendapatkan 48 kali gaji. Jika dihitung UMP DKI sebesar Rp2,45 juta, maka ahli waris berhak mendapatkan Rp120 juta. Jika tenaga kerja mengalami cacat tetap maka berhak mendaptkan lebih besar yakni 56 bulan upah atau gaji atau Rp134,4 juta.

Apabila sakit maka berhak membiayai perawatan rumah sakit dan tetap menggaji selama perawatan sesuai ketentuan berlaku sampai kembali bekerja.

"Apabila tidak terdaftar (BPJS TK) maka sesuai ketentuan Undang Undang sepenuhnya harus ditanggung oleh perusahaan pemberi kerja," ujarnya.

Jika pemberi kerja tidak memenuhinya, maka ahli waris atau tenaga kerja yang cacat atau menjadi korban kecelakaan kerja berhak menggugat bosnya. Menurut Akip, apabila pemberi kerja tidak memenuhi hak tersebut maka terancam sanksi pidana penjara paling lama delapan tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Dikatakan, ketentuan-ketentuan tersebut diatur dalam sejumlah peraturan, antaralian UU No 14 Tahun 1993 Tentang Jamsostek, UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, serta UU No 24 Tahun 2011 Tentang BPJS.
(mhd)
Berita Terkait
Dua Tukang yang Tewas...
Dua Tukang yang Tewas di Rumah Tua di Benhil Murni Akibat Kecelakaan Kerja
Bangunan SMK 1 Cileungsi...
Bangunan SMK 1 Cileungsi Bogor Ambruk, 31 Siswa Dievakuasi ke Rumah Sakit
Atap Bangunan di Kampus...
Atap Bangunan di Kampus Australia Ambruk, Satu Orang Tewas
Menara Pemantau di Bengkulu...
Menara Pemantau di Bengkulu Dirobohkan, Plt Kadis PUPR: Jika Direhab Habiskan Rp14 Miliar
Gedung Ambruk di India,...
Gedung Ambruk di India, 60 Orang Lebih Ditarik Keluar Hidup-hidup
Mubazir! Menara Pemantau...
Mubazir! Menara Pemantau Senilai Rp34 Miliar di Bengkulu Bakal Dirobohkan
Berita Terkini
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
49 menit yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
6 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
7 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
9 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
10 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
11 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved