90.000 Rumah di DIY Tidak Layak Huni

Jum'at, 31 Oktober 2014 - 16:33 WIB
90.000 Rumah di DIY...
90.000 Rumah di DIY Tidak Layak Huni
A A A
BANTUL - Sebanyak 90.000 rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan tidak layak huni, 18 ribu di antaranya berada di Kabupaten Bantul.

Pemerintah DIY sendiri mengaku, tidak bisa berbuat banyak mengurangi angka rumah tidak layak huni tersebut, karena keterbatasan anggaran yang dialokasikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DIY Rani Syamsinarri mengakui, masih banyak rumah di DIY yang belum layak huni. Hal ini karena kemampuan masyarakat yang masih kurang mampu membangun rumah layak huni, sesuai dengan standar hidup sehat yang disyaratkan oleh pemerintah.

"Hampir semua dari mereka yang memiliki rumah tidak layak huni berasal dari keluarga tidak mampu. Kemampuan pemerintah sendiri hanya mampu membangun sekitar 5.000 rumah layak huni,” ujarnya, kepada wartawan, Jumat (31/10/2014).

Hingga akhir tahun ini, masih ada sekitar 85.000 rumah tidak layak huni yang memerlukan uluran tangan pemerintah, dan donator untuk membangunnya menjadi layak huni.

"Untuk mengatasi rumah tidak layak huni ini, pemerintah tidak bisa berjalan sendirian, karena memerlukan bantuan dari pihak lain. Ke depan, kami yakin mampu mengatasi rumah tidak layak huni tersebut," ungkapnya.

Salah satu angin segar itu adalah diberlakukannya Undang-undang Keistimewaan (UUK). Dengan UU itu, pihaknya bisa mengalokasikan sebagian dana keistimewaan (Danais) untuk pembangunan rumah tidak layak huni.

“Dananya bisa diambilkan dari sisi Budaya Hidup Sehat (BHS) dengan menciptakan rumah sehat yang diisi fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) sesuai dengan standar hidup sehat,” paparnya.

Untuk saat ini, pihaknya hanya mengandalkan pemberian bantuan dana dari Kementrian Perumahan Rakyat hingga bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan dengan sasaran rumah tidak layak huni tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Sumarno Prs mengakui, pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah mengurangi jumlah rumah tidak layak huni tersebut. Karena ternyata Bantul merupakan kabupaten dengan angka rumah tidak layak huni paling tinggi.

"Untuk mengurangi jumlah tersebut, kami akan melakukan percepatan pembangunan rumah-rumah tidak layak huni dengan koordinasi antar lembaga. Kami harap, sedikit demi sedikit masyarakat akan memiliki rumah layak huni,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
11 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved