Pajak Restoran di Jakarta Belum Tergarap Optimal

Kamis, 30 Oktober 2014 - 01:18 WIB
Pajak Restoran di Jakarta...
Pajak Restoran di Jakarta Belum Tergarap Optimal
A A A
JAKARTA - Jakarta Budgeting Watch (JBW) menduga banyak pelaku usaha restoran di Ibu Kota yang enggan membayar pajak. Akibatnya potensi pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta tidak maksimal.

Koordintor JBW S Andyka menuturkan, saat ini diduga banyak usaha di tengah kota tidak membayar pajak terutama dari sektor restoran.

"Di sini terjadi berbagai macam modus untuk mengurangi kewajiban membayar pajak ke negara atau daerah," kata Andyka kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (29/10/2014).

Andyka menuturkan, ada beberapa hal yang menyebabkan tak terpungutnya pajak restoran. Di antaranya, karena belum adanya validasi wajib pajak di tengah masyarakat.

Sehingga PAD tidak terlalu banyak. Padahal dunia usaha mengalami pertumbuhan.

Tentunya perlu unit usaha yang pantas dikenakan pajak dan ada pula yang dibebaskan, karena kondisi siklus usahanya.

Selain itu ditenggarai ada data wajib pajak yang belum divalidasi itu, tapi dalam taksiran memenuhi syarat membayar pajak.

"Saya curiga ada negosiasi antara petugas dengan wajib pajak untuk tidak membayar ke negara," ungkapnya.

Andyka menambahkan, tidak terpungutnya pajak, karena belum ada standarisasi struk tanda bukti pembayaran yang standar dari pemerintah.

Mestinya ada format resmi yang mencantumkan ada komponen pajak. Sehingga tidak ada lagi peluang dari restoran tidak membayar pajak.

Fakta seperti ini diperkirakan membuat taksiran pajak tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Kuncinya di validasi data dan kesungguhan petugas di lapangan," tandasnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan, adanya potensi pajak tidak terpungut jangan serta merta disalahkan ke wajib pajak atau masyarakat.

Ada beberapa potensi yang tidak tergali, karena tidak pernah dilihat secara langsung kondisi di lapangan, daerah mana saja yang terdapat potensi pajak restoran.

Dia menduga pajak restoran yang tidak terpungut itu yakni usaha restoran yang dulu baru skala kecil dan belum masuk kategori terkena pajak.

Namun, di 2014 usaha mereka telah mengalami peningkatan. Sayang usaha makanan dan minuman itu tidak mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari Pemprov DKI Jakarta sehingga menimbulkan kebocoran potensi pajak.

"Kalau ada masyarakat sudah menjadi bagian dari wajib pajak restoran, tapi tidak membayar pajak, karena upaya melakukan permainan, Pemprov DKI harus tegas. Berikan sanksi yang sesuai pada aturan perundang-undangan. Jangan menjadikan mereka sapi perahan," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, penerimaan pajak DKI Jakarta ditargetkan dalam APBD 2014 Rp32,5 triliun. Sektor pajak itu meliputi 13 bagian, salah satunya pajak restoran dengan targetnya Rp2 triliun.
(whb)
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
48 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved