Penegak Hukum Diminta Usut Pengadaan Alkes di RSUD Subang

Minggu, 26 Oktober 2014 - 15:01 WIB
Penegak Hukum Diminta...
Penegak Hukum Diminta Usut Pengadaan Alkes di RSUD Subang
A A A
SUBANG - Aparat penegak hukum diminta mengusut kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Ciereng Kabupaten Subang, yang dibiayai dana hibah Kemenkes tahun 2013 senilai Rp10 miliar.

Karena pengadaan Alkes di RSUD Ciereng melalui program pembinaan upaya kesehatan ini dinilai terdapat kejanggalan dalam realisasinya.

"Jumlah item alkes yang dibeli sangat tidak sebanding dengan nilai anggaran yang teralokasi. Sehingga, indikasi adanya mark up cukup kuat, terlebih jika kegiatan yang dibiayai hibah itu hanya terbatas pada pengadaan alkes saja, dan tidak menyertakan kegiatan atau pengadaan lainnya yang berbiaya tinggi. Kejanggalannya jelas," ujar pegiat kajian kebijakan publik, Joko Agung Priyono, saat dihubungi Minggu (26/10/2014).

Kejanggalan tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan masalah hukum yang mengarah pada indikasi tindak pidana korupsi (tipikor).

Terlebih, belakangan ini persoalan pengadaan alkes di sejumlah daerah di Indonesia sedang disorot penegak hukum. Misalnya, kasus korupsi alkes Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2011, alkes Kota Tangerang Selatan dan kasus alkes Provinsi Banten yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sejumlah kejanggalan tersebut seyogyanya segera dikaji pihak berwenang, untuk memastikan ada-tidaknya unsur penyimpangan atau perbuatan melawan hukum, yang dapat merugikan negara," ujarnya.

Aktivis anti korupsi JARRAK, Ahmad Minaldi menambahkan, perlu ada validasi lebih lanjut mengenai nilai satuan tiap item dari 18 item alkes yang dibeli RSUD untuk mencocokkannya dengan besarnya anggaran.

"Untuk validasi tersebut, pihak RSUD maupun pemenang tender harus terbuka, transparan, apakah nilai per item alkes itu memang mencapai miliaran, apa memang semahal itu?. Ini harus ditelusuri," tuturnya.

Direktur RSUD Subang, Nunung Suhaeri, yang diwakili Kepala Subbag Humas, Mamat, menyangkal ada kejanggalan dalam pengadaan dan pembelian alkes yang dibiayai hibah Kemenkes RI.

"Gak bener kalau ada pihak-pihak menuduh kami me-mark up (menggelembungkan) pengadaan alkes. Realisasi kegiatan udah sesuai prosedur tender (lelang). Bahkan belum lama ini pihak Kemenkes RI udah datang kesini untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dana hibah itu," kilah Mamat.

Dia memerinci, hibah sebesar itu direalisasikan sekitar pertengahan tahun 2013 untuk membeli sebanyak 18 item alkes yang dibutuhkan RSUD untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan.

Belasan item alkes itu diantaranya, operating microscope, USG mata, mesin operasi mata, instrumen ortopedi, trauma set, dan lainnya. Selanjutnya, belasan alkes didistribusikan ke setiap ruangan rumah sakit, seperti ruang Poli Mata, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ICU, dan sebagainya.
(sms)
Berita Terkait
Kejari Tanggamus Tetapkan...
Kejari Tanggamus Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Alkes RSUD Batin Mangunang
Kasus Korupsi Alkes,...
Kasus Korupsi Alkes, Tubagus Chaeri Wardana Divonis Empat Tahun Penjara
Wawan: Saya jadi Pengusaha...
Wawan: Saya jadi Pengusaha Sebelum Atut Jadi Gubernur Banten
Kasus Korupsi Alkes,...
Kasus Korupsi Alkes, Wawan Divonis 4 Tahun Penjara
Kasus Korupsi Alkes,...
Kasus Korupsi Alkes, Eks Pejabat Kemenkes Divonis 2 Tahun Penjara
KPK Jebloskan Terpidana...
KPK Jebloskan Terpidana Korupsi Pengadaan Alkes ke Rutan Pondok Bambu
Berita Terkini
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
16 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
32 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved