Kualitas Survei KHL di Ibu Kota Harus Diperbaiki
Kamis, 23 Oktober 2014 - 19:30 WIB
Kualitas Survei KHL di Ibu Kota Harus Diperbaiki
A
A
A
JAKARTA - Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan kualitas survei kebutuhan hidup layak (KHL) harus diperbaiki.
Ahok mengatakan, ada beberapa item di KHL yang tidak pas dengan ketentuan. Hal ini mengakibatkan nilai angka yang tidak pas.
"Kita tidak bicara soal kenaikan 30% (UMP). Kita bicara soal survei KHL. Kita perbaiki, masuk akal. Kalau itu memang bisa Rp3 juta ya Rp3 juta," ungkap Basuki usai penerima perwakilan buruh Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Menurut Ahok, berapa pun UMP DKI 2015 tidak akan bermasalah. Asalkan cara penghitungannya penuh logika dan sesuai dengan kebutuhan seorang buruh.
Apalagi penetapan UMP dari KHL untuk memenuhi kehidupan seorang buruh yang masih lajang.
Menurut Ahok, perlu dicermati seperti apa kebutuhan hidup layak seorang buruh belum berkeluarga itu di Jakarta.
Sebagai contoh, komponen makanan di item buah-buahan dan susu. Penambahan item pepaya dan pisang mengakibatkan komponen makanan jadi rendah.
Hal itu tidak diterima oleh buruh. "Kalau begitu masukin saja item kiwi sekalian," sindirnya.
Ahok mengatakan, ada beberapa item di KHL yang tidak pas dengan ketentuan. Hal ini mengakibatkan nilai angka yang tidak pas.
"Kita tidak bicara soal kenaikan 30% (UMP). Kita bicara soal survei KHL. Kita perbaiki, masuk akal. Kalau itu memang bisa Rp3 juta ya Rp3 juta," ungkap Basuki usai penerima perwakilan buruh Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Menurut Ahok, berapa pun UMP DKI 2015 tidak akan bermasalah. Asalkan cara penghitungannya penuh logika dan sesuai dengan kebutuhan seorang buruh.
Apalagi penetapan UMP dari KHL untuk memenuhi kehidupan seorang buruh yang masih lajang.
Menurut Ahok, perlu dicermati seperti apa kebutuhan hidup layak seorang buruh belum berkeluarga itu di Jakarta.
Sebagai contoh, komponen makanan di item buah-buahan dan susu. Penambahan item pepaya dan pisang mengakibatkan komponen makanan jadi rendah.
Hal itu tidak diterima oleh buruh. "Kalau begitu masukin saja item kiwi sekalian," sindirnya.
(whb)