Emosi & Dendam Pemicu Kasus Pembunuhan Sadis di Jombang

Kamis, 23 Oktober 2014 - 02:40 WIB
Emosi & Dendam Pemicu...
Emosi & Dendam Pemicu Kasus Pembunuhan Sadis di Jombang
A A A
DEPOK - Polisi diminta libatkan ahli kejiwaan dalam kasus pembunuhan sadis yang dialami keluarga Handriadi di Jombang, Jatim. Karena, pelaku pembunuhan merupakan orang dekat dengan keluarga korban.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Topo Santoso mengatakan, untuk menyatakan seorang pembunuh mengalami gangguan jiwa atau kelainan mental tentu harus dinyatakan secara medis. Namun setiap hukum pidana, lanjutnya, harus bisa dipertanggungjawabkan oleh pelakunya.

"Untuk kelainan penyakit mental tentu harus melibatkan psikiatri kehakiman. Apakah memang mengalami kelainan atau tidak. Tentu harus ditelitis sejak dalam proses penyelidikan dan dari keterangan tersangka," kata ahli hukum pidana ini, Rabu 22 Oktober 2014 malam.

Topo menambahkan, pembunuhan tersebut merupakan kategori sadis dan dilatarbelakangi oleh emosi dengan berbagai motif. (Baca juga: Satu Keluarga Dibantai, 3 Tewas 1 Kritis)

"Dalam hukum pidana yang penting pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya ketika ia lakukan itu," terangnya.

Pelaku pembunuhan yakni Ihsan Pratama (19), memang merasa puas telah berhasil membunuh atasannya karena motif dendam. Faktor pemicunya, kata Topo, tak hanya harus karena dendam tetapi bisa juga karena adu mulut atau cekcok sesaat hingga terjadi kekerasan atau penganiayaan.

"Pembunuhan dan penganiayaan itu pasti karena ada emosi dahulu sebelumnya. Apalagi dalam kasus ini pelaku mengaku sering dituduh, bisa karena dendam, cekcok hal itu terjadi di berbagai kasus kekerasan," jelasnya.

Ihsan kini meringkuk di penjara Mapolres Jombang. Menurut pengakuan Ihsan, dirinya tega membantai keluarga Handriadi karena dendam selalu dituduh mencuri saat bekerja di toko pakaian milik korban.
(mhd)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved