Ibu dan Adik Dibunuh, Anak Pertama Kades Shock

Rabu, 22 Oktober 2014 - 04:28 WIB
Ibu dan Adik Dibunuh,...
Ibu dan Adik Dibunuh, Anak Pertama Kades Shock
A A A
SUKOHARJO - Anak pertama Kades Puhgogor Sapta Dandaka (49), Danie Sulistyaningrum nampak shock atas peristiwa yang menimpa keluarganya.

Gadis manis tersebut terlihat terus menangis di sebuah kamar di rumah kakek neneknya.
Rumah tersebut hanya berjarak 10 meter dari rumah korban. Sejumlah teman dan tetangga Danie terlihat berusaha menenangkannya.

Begitu juga dengan Sukarmi, ibu kandung korban Titik Suryani yang terlihat histeris ketika ketiga korban dievakuasi petugas. Bahkan, sejumlah petugas dan warga harus membopongnya karena Sukarmi tidak masih histeris.

Sementara, tetangga kanan kiri rumah korban masih belum bisa menyembunyikan rasa kekagetannya.

Seperti yang diungkapkan Wakimin (65) yang tinggal di sebelah kanan rumah korban. Dia mengatakan, warga sekitar masih dilanda kekagetan atas kejadian yang menimpa sang Kades.

Pasalnya, selama ini tetangga tidak pernah melihat Kades dan istrinya cekcok atau bertengkar.
"Saya masih bingung dan kaget. Kok bisa-bisanya ada kejadian ini," ujarnya.

Kekagetan juga masih dirasakan oleh Citro Wiyono (70) yang tinggal di sebelah kiri rumah korban.

Dia mengaku, selama ini sang Kades dikenal sebagai orang yang baik dan suka menolang warga.

Bahkan, pada Senin 20 Oktober sore sekitar pukul 15.00 WIB, dirinya masih melihat Kades Sapta tengah menyirami tanaman serta menyiram jalan kampung di depan rumah. Dia tidak menduga malam harinya ada kejadian tragis seperti itu.

Kesan yang sama juga diungkapkan Kaur Umum Desa Puhgogor Sartono yang mengaku dibuat kaget dengan peristiwa tersebut.

Menurutnya, selama ini Sapda dikenal sebagai Kades yang baik. Bahkan, selama ini Kades tidak pernah bercerita jika ada masalah. Kesan baik itulah yang membuat Sapda terpilih sebagai Kades Puhgogor untuk periode kedua.

"Sudah jadi kades sejak tahun 2006. Jadi, saat ini merupakan jabatan Kades periode kedua yang akan berakhir tahun 2018 mendatang," paparnya.

Hanya saja, ujar Sartono, sehari sebelum kejadian itu, Kades Sapta pernah berpesan pada Kaur Pembangunan Sriyanto agar tidak menganggu Kades terlebih dahulu.

Pasalnya, luka di kaki Kades tengah kambuh. Diketahui, beberapa waktu lalu korban pernah kecelakaan hingga patah kaki kanan di empat bagian.

Akibat kejadian itu, kaki kanan Kades harus dioperasi dan saat ini masih menggunakan kruk ketika harus berjalan. "Yang jelas, peristiwa ini sangat mengagetkan pemerintah desa dan juga warga," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved