Kesehatan Reproduksi Masuk Kurikulum Khusus

Jum'at, 10 Oktober 2014 - 17:05 WIB
Kesehatan Reproduksi...
Kesehatan Reproduksi Masuk Kurikulum Khusus
A A A
KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo resmi memasukkan materi kesehatan reproduksi ke dalam muatan khusus pelajaran Pendidikan Jasmani dan Oahraga dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

Materi ini terintegrasi dengan materi kesehatan umum, dan kesehatan reproduksi.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, mengatakan materi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan remaja mengenai masalah kesehatan reproduksi.

Bukan itu saja, pelajaran ini juga jadi benteng penting bagi masa depan anak-anak. Para tokoh agama harus ikut mengawal pelaksanaan pendidikan kesehatan.

"Para tokoh agama harus berpartisipasi aktif karena benteng keimanan dikaitkan dengan kesehatan reproduksi remaja saat ini," ujar Hasto saat memberikan sambutan dalam soft launching di Gedung Kaca, Komplek Pemkab Kulon Progo, Jumat (10/10/2014).

Begitu juga para guru juga harus bisa menyampaikan materi pendidikan ke anak didik terkait kesehatan umum dan kesehatan reproduksi. “Banyak kesehatan reproduksi yang bukan seksualitas,” jelasnya. Semua pihak juga bisa ikut memberikan masukan berupa saran agar pelaksanaanya bisa lebih baik. Tentu harapannya akan memberikan dampak positif kepada peserta didik.

Diantara kesehatan yang perlu diketahui guru dan anak didik, seperti jika ada anak laki-laki testisnya hanya satu, dan satunya tidak turun, maka saat dewasa akan jadi kanker. Anak yang sakit gondogen, jika lama tidak sembuh-sembuh, maka akan dapat membuat mandul. Pada anak perempuan, semakin tua awal menstruasi anak, maka semakin cepat menopause saat dewasa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, Sumarsana mengatakan, masa anak-anak dapat menjadi periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Jangan sampai mereka mengalami gangguan kesehatan yang berdampak serius bagi kehidupan selanjutnya. Integrasi Pendidikan Kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi dalam kurikulum pendidikan khusus ini, merupakan upaya Pemkab Kulon Progo dalam menyiapkan SDM sebagai Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.

“Materi kesehatan, dibawah kendali lagsung pak Bupati, yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, dan melibatkan ahli hingga tokoh masyaraka,” ujar Sumarsana.
(lis)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
2 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
3 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
3 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
6 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
7 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
8 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved